Selamat Jalan Gus Dur

Kamis, 31 Desember 2009
(Lampung Post Online)

JAKARTA (Lampost): Inna lillahi wainna ilaihi rajiun. Menjelang tutup tahun 2009, Indonesia kehilangan putra terbaiknya, K.H. Abdurrahman Addakhil alias Abdurrahman Wahid. Presiden ke-4 RI itu meninggal dunia di RSCM Jakarta, Rabu (30-12), pukul 18.45.

Kesehatan pejuang demokrasi dan pluralisme yang disapa Gus Dur itu merosot pada pukul 11.00 WIB. Aris Wibudi dari Tim Dokter Kepresidenan menuturkan kondisi Gus Dur memburuk akibat komplikasi penyakit diabetes dan ginjal. Setelah dilakukan pengobatan intensif, kondisinya tetap memburuk.

Sebelum dirawat di RSCM pada Sabtu (26-12), mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSU Swadana, Jombang, Kamis (24-12), karena gula darahnya drop setelah berziarah ke makam sejumlah tokoh NU di Jombang.

Sejumlah pelayat dari berbagai kalangan datang silih berganti ke RSCM, di antaranya tokoh yang berseteru dengan Gus Dur, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang juga keponakan Gus Dur, Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi. Tepat pukul 21.00 WIB, jenazah Gus Dur dibawa ke kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Saat tokoh kelahiran Jombang, 4 Agustus 1940, ini akan dimasukkan ke mobil jenazah dari kamar 116 sempat terjadi kericuhan, karena ratusan pelayat berebut mendekati keranda jenazah Gus Dur. Setibanya di Ciganjur, ratusan warga sudah menanti.

Alunan tahlil pun berkumandang dari Masjid Al Munawwaroh yang terletak di samping rumah cucu pendiri NU, K.H. Hasyim Asy’ari ini. Terlihat sejumlah tokoh nasional bertakziah, seperti dua mantan Presiden, B.J. Habibie dan Megawati Soekarnoputri, serta Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron Hume.

Berkabung Seminggu

Kepergian Gus Dur mengagetkan semua pihak. Tidak hanya di dalam, tetapi juga di luar negeri, mengingat jasa besar Gus Dur dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik meski Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kontroversial.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi sejumlah menteri menggelar jumpa pers di Istana Negara, tadi malam. Presiden mengatakan wafatnya Gus Dur merupakan kehilangan besar bangsa ini.

“Saya meminta rakyat Indonesia untuk mulai besok (hari ini, red) mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari sebagai rasa duka dan berkabung kita yang mendalam atas kepergian presiden keempat kita, Bapak Kiai Haji Abdurrahman Wahid,” ujar Presiden.

Sebelumnya, pada kemarin petang, Presiden Yudhoyono sempat membesuk Gus Dur di RSCM.

Adapun pelepasan jenazah Gus Dur dari kediaman hari ini dipimpin Ketua MPR Taufik Kiemas. Sedangkan upacara pemakaman di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, akan dipimpin Presiden Yudhoyono. Gus Dur akan dimakamkan di samping pusara sang kakek, K.H. Hasyim Asy’ari. Wafatnya Gus Dur mendapat perhatian luas bangsa Belanda. Hampir semua media massa besar menempatkan Gus Dur di headline. Selain media massa cetak dan online, semua radio dan televisi Belanda juga mengabarkan kepergian Gus Dur ke hadirat Sang Khalik.

Gus Dur merupakan tokoh multidimensi. Ia adalah ulama, cendekiawan, politisi, dan budayawan. Tokoh yang memiliki selera humor tinggi ini tidak pernah takut dengan opini publik ataupun tekanan massa.

Bagi rakyat Papua, Gus Dur dianggap pahlawan. Karena nama Papua yang semula Irian Jaya diberikan saat Gus Dur menjabat sebagai Presiden. Nama Papua ditetapkan dalam UU No. 21/2001 tentang Otonomi Khusus Papua. n R-1

Komentar bertahan »

ARUS BALIK: Jalinpanbar Mulai Ramai Kendaraan

Sabtu, 26 September 2009
RUWA JURAI
ARUS BALIK: Jalinpanbar Mulai Ramai Kendaraan

KOTAAGUNG (Lampost): Arus balik pemudik dari Tanggamus, Lampung Barat, Bengkulu, dan sekitarnya yang melintas jalan lintas pantai barat (jalinpanbar) pada H+3, Kamis (24-9), mulai ramai.

Menurut pemantauan Lampung Post di kawasan simpang empat Kotaagung, jalinpanbar mulai ramai dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat pribadi. Rata-rata dalam satu jam kendaraan yang melintas mencapai 700 hingga 1.000 unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, sepeda motor mendominasi arus balik kali ini.

Para pemudik yang akan kembali ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), dan Banten memilih melakukan perjalanan pada siang hari. Pasalnya, Selasa (22-9) sore hingga Kamis (24-9) dinihari hujan mengguyur kawasan jalinpanbar dan sekitarnya.

Arus balik kemarin (Kamis, red) cukup ramai dibanding sehari sebelumnya, Rabu (23-9), di mana kendaraan yang melintas masih lengang. “Puncak arus balik ini diperkirakan akan terus meningkat hingga Minggu (27-9),” kata seorang petugas Dinas Perhubungan di Kotaagung.

Ramainya pengguna jalan lintas pantai barat juga terlihat di sejumlah rumah makan dan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Ditambah lagi, ada tradisi Sakuraan (topeng seribu wajah) yang digelar warga adat Lampung Pesisir seperti di Kecamatan Semaka, Bandar Negeri Semoung, Wonosobo, dan Kotaagung Barat.

Sementara itu, Sutan Armani (45), warga Unit 5 Kuro Tidur, Bengkulu Utara, yang hendak menuju Jakarta, kepada Lampung Post mengaku lebih memilih jalinpanbar ketimbang jalan lintas lain. Alasannya, jalan tersebut lebih aman dan lancar. Ditambah lagi, kondisi jalan cukup bagus.

“Yang pasti, jarak tempuh lebih singkat, sekitar 3 sampai 4 jam daripada melintas jalan lain. Sudah itu, pemandangan di jalan lintas pantai barat ini sangat memesona,” kata dia. n UTI/D-1

Komentar bertahan »

PETA MUDAH MUDIK 2009 INDOSAT

Indosat Palembang pada musim mudik lebaran tahun 2009 ini telah mencetak sebanyak 10.000 exp Peta Jalan Lintas Sumatera yang dikutip dari Soft File SKETSA JALAN LINTAS SUMATERA milik Admin blog ini edisi mudik Lebaran tahun 2009. Semoga semangkin banyak para pemudik yang terbantu dan terpandu dengan cetakan tersebut. Bagi yang ingin mendapatkan Soft File yang lengkap, silahkan download di website Photography dan Pariwisata Sumatera Barat www.west-sumatra.com pada menu : Destination – Maps.
Peta JALINSUM INDOSAT Mudah Mudik 2009 asli + Mulyadi

Komentar bertahan »

Pemudik Riau-Sumbar Diminta Waspada

PadangKini.com | Senin, 14/09/2009, 6:17 WIB
PADANG–Pemudik dari Provinsi Riau dan sekitarnya menuju Ranah Minang, Sumatera Barat melalui jalan darat, diminta berhati-hati dalam perjalanan. Sebab 20 titik jalan di Sumatera Barat rawan bencana longsor.

Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah Payakumbuh, Dinas Prasarana Jalan Sumatera Barat, Isman menyebutkan, titik rawan tersebut terdapat di Kota Payakumbuh hingga ke perbatasan Riau yang berada di sepanjang jalur Payakumbuh-Pangkalan, hingga Pangkalan menuju batas Provinsi Riau

Sementara jalur lokasi rawan bencana di jalur tersebut berada di kilometer 143+000 hingga 171+000. Sedangkan jalur pangkalan sampai perbatasan Riau berada pada kilometer 181+000 sampai 205+000. Selain rawan longsor, jalur tersebut juga rawan banjir akibat kondisi geografis yang sangat curam.

“Kami telah melakukan antisipasi dengan menyiagakan alat berat berupa loader dan eskavator untuk menjaga kelancaran arus mudik Riau-Padang, tapi kami tetap para pengguna jalan untuk berhati-hati, karena kondisi geografis yang sangat rawan,” ujarnya, Sabtu (12/9/2009).

Sementara, hingga saat ini pengerjaan perbaikan jalan yang terban sepanjang 30 kilometer di Tanjung Balit, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten 50 Kota beberapa waktu lalu masih terus dilakukan.

“Diharapankan H-7 kondisi jalan kembali normal sehingga dapat digunakan,” ujarnya. (berman)

Komentar bertahan »

Kiat Mudik

Selasa, 15 September 2009 (Lampungpost)

MUDIK adalah kegiatan perantau atau pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Bagi masyarakat Indonesia, mudik identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan, terutama menjelang Idulfitri.

Karena pada saat itulah kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, bertemu dengan orang tua.

Tradisi mudik hanya ada di Indonesia. Jutaan orang akan mudik Lebaran. Bagi Anda yang hendak mudik, ada baiknya menyiapkan diri untuk kelancaran di perjalanan.

Berikut kiat-kiat mudik yang mungkin akan bermanfaat.

Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat, kiat-kiatnya adalah sebagai berikut :

1. Sebelum berangkat, periksa kembali kondisi kendaraan seperti ban, rem, kemudi, dan bagian kendaraan lainnya.

2. Periksa semua fungsi-fungsi kendaraan.

3. Segera ganti atau perbaiki bagian-bagian kendaraan yang mengalami kerusakan sehingga tidak membahayakan pada saat berkendara jarak jauh.

4. Lengkapi surat-surat kendaraan Anda sebelum berangkat.

5. Jaga kondisi tubuh.

6. Gunakanlah sabuk pengaman selama dalam perjalanan.

7. Istirahatlah apabila Anda merasa lelah dan mengantuk. Cari tempat yang aman dan ramai.

8. Berdoalah sebelum berangkat.

9. Kemudikan kendaraan dengan hati-hati dan waspada karena padatnya arus lalu lintas di saat mudik.

Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua, kiat-kiatnya adalah sebagai berikut :

1. Sebelum berangkat, periksa kembali kondisi kendaraan seperti ban, rem, kemudi, dan bagian kendaraan lainnya.

2. Periksa semua fungsi-fungsi kendaraan.

3. Segera ganti atau perbaiki bagian-bagian kendaraan yang mengalami kerusakan sehingga tidak membahayakan pada saat berkendara jarak jauh.

4. Lengkapi surat-surat kendaraan Anda sebelum berangkat.

5. Bawalah barang secukupnya, jangan terlalu banyak karena akan mengganggu selama perjalanan.

6. Gunakan helm dan jaket.

7. Jaga kondisi tubuh.

8. Istirahatlah apabila Anda merasa lelah dan mengantuk. Cari tempat yang aman dan ramai.

9. Berdoalah sebelum berangkat.

10. Kemudikan kendaraan dengan hati-hati dan waspada karena padatnya arus lalu lintas di saat mudik.

Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan umum, kiat-kiatnya adalah sebagai berikut :

1. Jangan membawa barang bawaan terlalu banyak.

2. Jangan membawa perhiasan yang mencolok.

3. Bagi yang sering mabuk kendaraan, bawalah obat antimabuk kendaraan.

4. Jaga kondisi tubuh.

5. Jangan menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak Anda kenal.

6. Pada saat di terminal, jangan sendirian di tempat sepi. Carilah tempat yang ramai untuk menghindari tindak kejahatan.

Komentar bertahan »

FENOMENA ALAM: Awan Gempa Muncul di Langit Bandar Lampung

Rabu, 9 September 2009
BERITA UTAMA
FENOMENA ALAM: Awan Gempa Muncul di Langit Bandar Lampung
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Awan aneh yang disebut-sebut sebagai awan gempa muncul di atas langit Bandar Lampung, Selasa (8-9) pagi. Awan aneh berbentuk memanjang seperti asap pesawat terbang.

Sormin, warga Gelora Persada, mengaku melihat awan tersebut sekitar pukul 06.00. Ia bersama tetangganya mengaku heran dengan bentuk awan yang berbeda dari biasanya itu. “Saya melihat awan itu sekitar pukul 06.00. Bentuknya memanjang ke selatan. Mungkin itu pertanda alam akan terjadi gempa beberapa hari kemudian,” kata Sormin.

Sormin mengaku mendapat informasi bahwa awan seperti itu biasanya muncul beberapa saat sebelum terjadi gempa dahsyat. Seperti yang terjadi di Yogyakarta (2006). Delapan hari sebelum gempa melanda Kobe, Jepang, pada 1995, juga ditandai kemunculan awan seperti itu. Awan serupa juga muncul sehari sebelum gempa di Kagoshima (1993). Bahkan gempa di Niigata (2004) terjadi hanya empat jam setelah kemunculan awan aneh itu.

Jika merunut referensi, kemunculan awan putih aneh sejenis itu diduga kuat menjadi pertanda akan terjadi gempa. Setidaknya sudah dua ahli masing-masing dari China dan Turki yang meneliti korelasi antara kehadiran awan dan kejadian gempa.

Secara ilmiah, keberadaan awan aneh sebenarnya bisa diterangkan. Saat lempeng bumi bergerak, terjadi perubahan medan magnet yang memicu ionisasi gas-gas di atmosfer. Ionisasi gas-gas itulah yang menjadi inti pembentuk awan aneh itu.

Sementara itu, Koordinator BMKG Lampung Bambang Nova, ketika dikonfirmasi mengaku tidak melihat awan aneh tersebut. “Setiap hari kami mengamati awan di wilayah udara Lampung. Sampai hari ini kami belum melihat awan gempa. Biasanya langit cerah, kalaupun ada, hanya sedikit awan kumulonimbus,” kata Bambang.

Bambang mengatakan secara ilmiah memang belum ada yang bisa memastikan apakah awan itu berhubungan dengan gempa atau tidak. Sebab, kata Bambang, penelitian yang pernah dilakukan juga masih bersifat kuantitatif, bukan kualitatif. Meski demikian, Bambang meminta warga tetap waspada karena Lampung memang berada di jalur rawan gempa.

“Dalam literatur kami tidak ada yang mengatakan bahwa awan yang memanjang itu berarti akan ada gempa, karena sampai kini belum ada satu pun teori yang bisa memastikan kapan dan di mana akan terjadi gempa. Tapi tidak ada salahnya kita waspada,” kata dia.

Sementara itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional mengintensifkan penelitian potensi Selat Sunda dengan beberapa metode survei geologi. Kedua instansi akan memasang jejaring antena global positioning system (GPS) di Selat Sunda dan selatan Jawa Barat dalam jarak lebih rapat. “Kerja sama dengan riset dengan sistem GPS ini terbuka untuk semua pihak,” ujar Kepala Bidang Geodinamika Bakosurtanal Cecep Subarya. n ITA/U-1

Komentar bertahan »

JALINPANTIM-JALINBAR BELUM SIAP

Kamis, 27 Agustus 2009 BERITA UTAMA
Jalinpantim-Jalinbar Belum Siap
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) Lampung belum bisa dijadikan jalur utama arus mudik Lebaran karena masih ada 10 km bagian yang rusak. Pemudik juga diimbau tidak memilih Jalur Lintas Barat (Jalinbar). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Zainal Abidin Hasan pada ekspose ketersediaan pangan, angkutan Lebaran, dan keamanan menjelang Lebaran 2009 di ruang Abung Gedung Pemprov Lampung, Rabu (26-8). Menurut dia, pada jalur yang menghubungkan Bakauheni, Sukadana, Rumbia, Menggala, dan Pematang Panggang ini masih terdapat kerusakan cukup parah dan ada beberapa ruas jalan di Way Jepara dan Labuhan Maringgai yang pembebasan tanahnya masih bermasalah. “Ruas jalan sejauh 204,3 km ini rencananya akan dijadikan jalur lintas utama. Namun kondisinya belum memungkinkan karena kondisi jalannya yang rusak,” kata dia. Dalam paparannya, Zainal mengungkapkan secara keseluruhan jalan lintas di Lampung siap mendukung lalu lintas angkutan Lebaran tapi ada beberapa ruas jalan yang rusak dan masih dalam perbaikan (Lihat tabel). Rambu lalu lintas dan penerangan pun masih terbatas. Selain itu, masih adanya pengerjaan jembatan layang di Terbanggibesar juga dikhawatirkan dapat menimbulkan kemacetan. Zainal juga mengimbau pengguna jalan untuk menghindari Jalinbar Sumatera (arah Sumatera Barat dan Bengkulu) karena ada beberapa ruas jalan yang rusak parah dan kondisi geografisnya kurang mendukung. “Jalan lintas tersebut merupakan wilayah rawan longsor dan terdapat tanjakan dan turunan yang cukup curam. Sebaiknya pemudik tidak memilih jalan ini,” ujarnya. Menanggapi masalah itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung Berlian Tihang mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin memperbaiki jalan yang rusak terutama pada jalur utama mudik. “Kami akan berupaya agar pada H-10 kondisi jalan yang rusak sudah bisa diperbaiki,” kata dia. Untuk jalan rusak parah seperti di Tulangbawang diperkirakan selesai diperbaiki sekitar H-7. Alokasikan Rp28 Miliar Sementara itu, untuk menyelesaikan Jalinpantim, pemerintah melalui APBN 2009 telah mengalokasikan dana sebesar Rp28 miliar untuk biaya pembangunan Jalinpantim dan Rp18 miliar untuk pembebasan tanah di beberapa ruas jalan yang belum tuntas. “Sejumlah ruas di Jalinpantim belum bisa dilalui dengan nyaman saat mudik kali ini karena belum selesai dikerjakan. Tapi, dalam APBN 2009, sudah dialokasikan dana Rp28 miliar untuk konstruksi dan Rp18 miliar untuk pembebasan tanah,” kata anggota Komisi V DPR Abdul Hakim, Rabu (26-8) Saat ini, kata Hakim, masih ada 518 kepala keluarga (KK) dari 2.363 KK yang belum menerima ganti rugi pembebasan tanah. “Hingga akhir April 2009, masyarakat di delapan lokasi di antaranya Labuhan Maringgai, Rajabasa Baru, dan Jepara Kampung sudah sepakat mengenai harga pembebasan tanah. Tapi, pembayaran belum bisa direalisasikan karena dananya belum ada. Di sisi lain, masih ada empat warga yang belum sepakat dengan pembayaran ganti rugi,” kata Hakim. Keterlambatan penyelesaian Jalinpantim tersebut sudah diprediksi Komisi V DPR. Sejak akhir Desember tahun lalu, proses penyelesaian pembebasan tanah tak kunjung selesai karena belum adanya kesepakatan antara warga dan pemerintah. Akibatnya, dana pembebasan tanah sebesar Rp13 miliar yang sudah disiapkan pemerintah tidak terserap dan kembali ke kas negara sebagai SiLPA. Sementara dalam APBN 2009, DPR dan pemerintah tidak lagi mengalokasikan dana pembebasan tanah karena berasumsi pembayaran pembebasan tanah sudah selesai di tahun 2008. Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan perbaikan jalan nasional dan jalan provinsi lintas Sumatera selesai H-7 Idulfitri. Kepala Dinas PU Provinsi Lampung, Berlian Tihang, mengatakan untuk Jalinpantim sepanjang 156,51 km kini sudah dapat dilalui. Namun, masih ada jalan sepanjang 2,15 kilometer di Jalinpantim mengalami rusak ringan. Sedangkan sepanjang 0,850 kilometer lainnya mengalami rusak berat. Kerusakan tersebut berada di daerah antara Bawang Bakung dan Bujung Tenuk. Tapi dipastikan, H-7 jalan sepanjang 450 meter telah dilakukan pembetonan. Sedangkan sisanya, sepanjang 400 meter sudah dapat digunakan dengan kelas jalan base A dan base B. “Sehingga, jalan sudah bisa digunakan menjelang Lebaran,” kata Berlian. Sementara itu, untuk Jalan Lintas Timur (Jalintim), meliputi Bakauheni–Kalianda–Bandar Lampung–Terbanggibesar–Menggala–Simpang Pematang–Pematang Panggang sepanjang 284,95 kilometer; 70 km di antaranya rusak ringan. Sedangkan untuk Jalur Lintas Tengah (Jalinteng), Terbanggibesar–Kotabumi–Bukit Kemuning–Simpang Empat Blambangan Umpu sepanjang 156,51 km; 8,5 kilometer di antaranya rusak ringan. Untuk Jalan Lintas Barat (Jalinbar), Bandar Lampung–Kotaagung–Sanggi Bengkunat–Krui–Simpang Gunung Kemala sampai Lemong, sepanjang 321 km; 22,2 kilometer di antaranya rusak ringan, dan 3,6 km rusak berat. “Sehingga secara keseluruhan, jalan nasional itu sudah bisa dilalui H-7.”
n MG3/ITA/KIM/R-2
Ruas Jalan Rusak di Lampung
Daerah Jarak
Bakauheni–Panjang 10 Km
Panjang–Gunungsugih 9 Km
Terbanggibesar–Bk.Kemuning 14 Km
Bk.Kemuning–perbatasan Sumsel 24 Km
Bakauheni–Ketapang 9 Km
Ketapang–Way Jepara 24 Km
Way Jepara–Seputih Banyak 13 Km
Seputih Banyak–Simpang Menggala 2 Km
Wonosobo–Sanggi 3 Km
Biha–Krui 4 Km
Krui–Pugung Tampak 3 Km
Sumber : Dinas Perhubungan Lampung

Komentar bertahan »

600 Ribuan Pemudik bakal Tidak Terangkut

Senin, 31 Agustus 2009
BERITA UTAMA
600 Ribuan Pemudik bakal Tidak Terangkut

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Lebih dari 600 ribu pemudik terancam tidak bisa dilayani oleh kapal di Pelabuhan Penyeberangan Merak–Bakauheni pada arus mudik Lebaran 2009.
Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, kapasitas 33 kapal ro-ro dan tujuh kapal cepat di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni untuk angkutan Lebaran tahun 2009 hanya mampu mengangkut 1,17 juta penumpang.
Sementara, arus mudik Lebaran dengan perkiraan lonjakan 10% dibanding tahun 2008, mencapai 1,813 juta penumpang. Karena itu, diperkirakan lebih dari 600 ribuan penumpang arus mudik terancam tak terangkut.
Meskipun demikian, pihak PT Indonesia Ferry (IF) Cabang Merak mengatakan siap menghadapi lonjakan penumpang dan kendaraan arus mudik tahun 2009.
Manajer Operasional PT IF Cabang Merak, Endin Juhaendi, Sabtu (29-8), mengatakan saat ini PT IF Merak memiliki lima dermaga yang siap mendukung kelancaran arus mudik. “Bila nanti lonjakan penumpang lebih dari 10% seperti yang diprediksi, kami akan mengoperasikan kapal di dermaga lima,” kata Endin.
Menurut Endin, dermaga I, II, III, dan IV di Pelabuhan Merak masing-masing dapat memberangkatkan enam kapal per hari. Bila dibutuhkan, menurut dia, dermaga V yang baru selesai dibangun dapat dioperasikan dengan dua kapal per hari. Untuk melayani tiket penumpang, dioperasikan sembilan loket penumpang dan delapan loket kendaraan.
Endin juga optimistis tidak akan terjadi penumpukan kendaraan karena kapasitas parkir di pelabuhan cukup luas. Selain itu, menurut dia, dengan pelarangan penyeberangan bagi truk besar sejak H-4 nanti, tempat bagi kendaraan pemudik bisa makin luas.
Sementara Manajer Operasional PT IF Cabang Bakauheni Zailis Anas mengatakan akan menerapkan percepatan keberangkatan kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan.
“Pada jadwal biasa kami menetapkan waktu bongkar kapal 15 menit dan waktu muat 15 menit. Bila nanti kondisinya sangat padat, kapal langsung diizinkan berlayar saat terisi penuh. Jadi tidak harus menunggu 15 menit,” kata Zailis. Selain itu, menurut dia, trip keberangkatan akan ditambah dari kondisi normal 80 trip menjadi 96 trip.
Tidak Ada Calo
Sementara itu, sejumlah masyarakat masih mengkhawatirkan banyaknya calo di Terminal Induk Rajabasa. Karena itu, banyak juga masyarakat yang memilih turun atau naik bus di luar terminal.
Tetapi, Kapospol Terminal Rajabasa Aiptu Juju Surya Atmaja menjamin tidak ada calo di terminal tersebut. “Saya jamin tidak akan ada calo yang menarik-narik penumpang begitu penumpang turun dari kendaraan. Kalau di luar terminal, kami tidak bertanggung jawab,” kata Juju.
Untuk mengantipasi tindak kejahatan dan kenyamanan para pemudik pada arus balik dan arus mudik, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengerahkan 6.000 personel.
Kapolda Lampung Brigjen Polisi Ferial Manaf mengatakan seluruh personel itu masuk dalam satuan tugas Operasi Ketupat Krakatau 2009. Menurut Ferial, operasi yang dilaksanakan pada 14–18 September 2009 itu lebih mengedepankan fungsi pencegahan.
“Ini semua untuk pengamanan Idulfitri mulai dari arus balik Lebaran, malam takbir, salat id, dan lain-lain. Karena itu, semua petugas harus siap di tempat,” kata Ferial.
Kapolda mengungkapkan pihaknya juga menjalin kerja sama dengan instansi lain seperti kesiapan sembako, kesiapan sarana prasarana jalan, dan kesiapan medis.
Selain itu, jajaran kepolisian juga meningkatkan keamanan lingkungan masyarakat. “Ini kami lakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya terorisme,” ujar dia.
Sementara, hingga kemarin, arus mudik di Terminal Rajabasa masih normal. “Puncak arus mudik di sini mungkin pada H-3 Lebaran,” ujar Ibrahim Yahya, seorang petugas Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung.
n MG3/MG10/R-2

Komentar bertahan »

SKETSA JALINSUM MUDIK LEBARAN 2009

Sehubungan dengan banyaknya para pemudik baik yang akan menuju ke Propinsi Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau dan Sumatera Utara dari arah Pulau Jawa atau sebaliknya yang selalu memintakan informasi kondisi jalan di sepanjang Lintas Sumatera yang sudah saya buat dan tekuni semenjak tahun 1997 yang berdasar pengalaman pribadi (+/- 85 %) dan info yang saya terima dari teman, dari media cetak, media elektronika dan sumber-sumber lain yang selalu saya up-date setiap 3 bulan atau setiap info terbaru yang saya terima. Hal itu berlanjut sampai sekarang sehingga banyak permintaan yang saya terima baik melalui HP, email dan SMS.
Oleh sebab itu, pada media ini saya ingin memberitahukan kepada semua pembaca dan calon pemudik lebaran tahun 2009 ini bahwa saya telah menerbitkan Sketsa Jalan Lintas Sumatera edisi Mudik Lebaran 2009. Untuk itu saya lampirkan hasil scan versi Hard Copy dari hasil karya saya tersebut. Mungkin hasilnya agak kabur atau tidak terlalu jelas tulisannya. Sebenarnya pada versi Soft Copy nya, informasinya lebih lengkap selain berisi Sketsa Jalan Lintas Sumatera edisi terakhir juga berisi : Map Jawa hanya garis besar saja, Matrix jarak Banda Aceh – Bakauheni 3 versi (Lintas Timur, Lintas Tengah dan Lintas Barat), Info Bengkel Resmi, Info Telepon Polisi, Info Objek Wisata, Info Hotel se Sumatera dan Jawa, Tip Perjalanan Jauh dan Jadwal Sholat. File dari Soft Copy ini cukup besar yaitu lebih dari 1.000 KB.

Sketsa Mudik Lebaran 2009
Demikian informasi ini saya sampaikan, semoga semua pembaca dan para pemudik lebaran dapat terbantu selama dalam perjalanan nanti. Mengingat momentum Mudik Lebaran tahun 2009 sudah diambang pintu maka informasi lebih lanjut dapat menghubungi saya di : 08127834825 atau kirim email ke : mulyadi@pusri.co.id  atau lihat juga di : http://www.sulita.net.

Untuk mendapatkan Soft Filenya, silahkan download bebas dari Situs Fotografi Pariwisata www.west-sumatra.com, menu Stuffs - Download - Maps atau bisa klik langsung link berikut:
http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_remository&Itemid=0&func=fileinfo&id=2

Komentar (25) »

Bengkulu Punya Posko Komunikasi Bencana

Sabtu, 1 Agustus 2009 | 12:32 WIB
BENGKULU, KOMPAS.com – Provinsi Bengkulu yang pernah diguncang gempa besar berkekuatan 7,3 dan 7,9 pada skala richter kini memiliki pos komando (posko) komunikasi bencana.

“Bengkulu daerah rawan gempa, sebab itu butuh posko komunikasi sebagai tempat berkoordinasi bila terjadi bencana,” kata Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Bengkulu Sudoto, di Bengkulu, Sabtu (1/8).

Dikatakannya, sebagai daerah rawan gempa, warga Bengkulu semestinya tidak perlu takut berlebihan terhadap gempa, yang terpenting adalah bagaimana menyikapinya. “Kami di Bengkulu mesti ’bersahabat’ dengan gempa agar tidak menjadi korban gempa. Pelajari tabiatnya agar bisa menyesuaikan diri,” katanya.

Menurut Sudoto, mendirikan posko komunikasi bencana merupakan salah satu cara bersahabat dengan alam. Menghadapi bencana yang kemungkinan datang kapan saja harus disikapi dengan kesiapsiagaan, sehingga rasa takut berlebihan bisa dihilangkan. “Kalau sudah ada posko komunikasi, dampak negatif bencana bisa dikurangi,” ujarnya.

Posko ini dipusatkan di Kantor Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) Provinsi Bengkulu Jalan Basuki Rahmat, dikelola oleh Taruna Siaga Bencara (Tagana) dari unsur Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).

Di dalam Tagana juga bergabung berbagai elemen masyarakat baik organisasi sosial (orsos), organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) maupun organisasi profesi. “Jadi selain karang taruna, di Tagana juga ada RAPI, PMI, pramuka, mahasiswa, pencinta alam, SAR, selebriti, wartawan dan lain-lain,” katanya.

Tagana adalah tulang punggung Depsos dari pusat sampai ke daerah dalam penanggulangan bencana. Tagana bukan ormas, melainkan tim yang bekerja atas koordinasi Depsos.

Komentar (2) »