Archive for September, 2010

JALUR RAWAN MUDIK LEBARAN 2010 DI PROV. RIAU

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Informasi bagi dunsanak yg Mudik Lebaran melewati jaringan jalan dalam wilayah Provinsi Riau (batas wilayah dengan Sumut, Sumbar dan Jambi), sumber data Riau Pos 5 Sept 2010.
Mudah-mudahan dapat sebagai pemandu perjalanan dunsanak agar cepat dan selamat sampai di tempat tujuan.

Wassalam,
Feri Sumardi
Tembilahan – Riau
(dikutip dari milis grup Sulitanet@yahoogroups.com)

1. PEKANBARU – BAGAN BATU – BTS SUMUT:

Rawan Kecelakaan:
1. Km. 32-34 : Jalan bergelombang dan beralur
2. Km. 49-81 : Jalan bergelombang dan licin diwaktu hujan
3. Km. 81 : Jalan berlobang diameter +/- 40 cm, kedalaman +/- 15 cm
4. Km. 81,9 : Badan jalan rendah dan sering tergenang air
5. Km. 92-93 : Jalan bergelombang dan beralur
6. Km. 95 (dekat jembatan) : Jalan rusak dan berlobang
7. Km. 97/98 (Muara Basung) : Sering terjadi kecelakaan
8. Km. 102-103 : Jalan menikung serta tanjakan dan turunan
9. Km. 110 : Tanjakan dan bergelombang
10. Km.151-153 (Spg. Kulim – Spg Batang) : Jalan bergelombang dan beralur

2. RANTAU BERANGIN – UJUNG BATU – BATAS SUMUT:

Rawan Kecelakaan:
1. Pangaraian – Dalu Km. 155,7 – 157,3 dan Km 184 – 184,3 jalan berliku dan penuh lobang pada setiap tikungan.
2. Km. 185,5 – 230,7 : kondisi jalan rusak hingga perbatasan Prov. Sumut

3. PEKANBARU – RANTAU BERANGIN – BATAS SUMBAR :

Rawan Kecelakaan :
1. Km. 78-80,9 : Terdapat kerusakan pada permukaan jalan (berlubang)

Rawan Macet:
1. Km. 33,2-33,8 (Pasar Danau Bingkuang)
2. Km. 38,5-39 (Pasar Kampar)
3. Km. 50-50,5 (Pasar Air Tiris)
4. Km. 71,2-71,8 (Pasar Kuok)
5. Km. 93,1-94 (Fasilitas istirahat Koto Panjang)
6. Kelok 9 (Prov. Sumbar)

4. PEKANBARU – TELUK KUANTAN – BATAS SUMBAR :

Rawan Kecelakaan
1. Km. 49-51,5; Km. 57-62; Km. 85,8; Km.91,3; Km. 112-113,2; Km. 128,6 dan Km.197

Rawan Macet:
1. Km. 70,7 (Pasar Tanah Abang Lipat Kain)
2. Km. 80,6 (Pasar Lubuk Jambi)

5. PEKANBARU – PEMATANG REBA – BATAS JAMBI :

Rawan Kecelakaan
1. Km. 25 (Simpang Beringin)
2. Km. 36-40; Km. 54; Km. 108,7; Km. 158; Km. 162; Km. 186; Km. 189; Km. 203,8;
Km 236; Km. 240; Km. 242 dan Km. 244.
* Kondisi jalan berlubang dan banyak tikungan
* Lebar badan jalan sempit menjelang perbatasan Prov. Jambi
* Sering menimbulkan antrian panjang bila terjadi dua kendaraan berat saling berpapasan

Leave a comment »

Pemudik Pulau Sumatra Berdesakan di Merak

Liputan6.com, Merak: Jumlah pemudik tujuan Pulau Sumatra yang melintasi Pelabuhan Merak, Banten, meningkat hingga enam kali lipat. Pantauan SCTV, Senin (6/9) dinihari, ribuan pemudik dengan tujuan sejumlah kota di Sumatra sempat tertahan dan antre di Merak. Pemudik tidak hanya mengantre di loket pembelian tiket dan gangway dermaga tapi juga berdesakan saat masuk ke kapal roro.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pemudik memilih perjalanan malam agar bisa melanjutkan perjalanan di wilayah Sumatra pada siang hari. Pihak ASDP Merak mencatat lonjakan pemudik di malam hari sejak H-5 mencapai enam kali lipat dibandingkan hari biasa. Sedangkan di siang hari hanya dua kali lipat.

Sepanjang H-5 dan memasuki H-4, jumlah pemudik tujuan Sumatra yang melalui Merak tercatat 48 ribu orang. Sedangkan pemudik tujuan Pulau Jawa dari arah Sumatra mencapai 25 ribu orang. Selain itu jumlah kendaraan roda dua dan roda empat juga meningkat. Jumlah sepeda motor mencapai 2.000 unit sedangkan mobil pribadi beserta bus 8.000 unit. Diperkirakan lonjakan terjadi pada H-2.(JUM)

Leave a comment »

Bakauheni Mulai Dipadati Ribuan Pemudik

Sriwijaya Post – Minggu, 5 September 2010 23:38 WIB

BAKAUHENI – Ribuan pemudik pada H-5 terus berdatangan memadati Pelabuhan Bakuheni sejak Minggu siang hingga malam, baik dari Sumatera maupun menuju Jawa.

Manejer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Pelabuhan Bakuheni, Zailis Anas mengatakan, Minggu (5/9/2010) saat ini pemudik memang mulai padat dan jumlahnya akan terus mengalami peningkatan hingga malam hari.

“Jumlah penumpang akan tersebut mengalami peningkatan hingga masa puncak arus mudik yang diprediksikan pada H-2 dan H-1 bersamaan dengan libur bersama,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini arus pemudik mulai meningkat baik yang tiba di Pelabuhan Bakauheni maupun tolak menuju Pelabuhan Merak.

“Namun jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan Bakauheni jumlahnya lebih banyak dari pada yang tolak menuju Pelabuhan Merak,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan, di Pelabuhan Bakauheni, penumpang yang tiba terus mengalir memadati Terminal Pelabuhan Bakauheni sejak Minggu dini hari hinggga malam hari tanpa henti.

Sedangkan, pemudik di antrean tiket elektronik Pelabuhan Bakuheni sendiri juga meningkat signifikan namun jumlahnya lebih banyak pemudik yang tiba dari Pelabuhan Merak.

Saat ini seluruh dermaga sudah berfungsi untuk membongkar dan memuat penumpang, kendaraan dan barang termasuk dermaga plengsengan yang sedianya hanya akan digunakan sebagai dermaga cadangan.

Selain itu, penumpang kendaraan bus juga tidak kalah banyak jumlahnya yang datang dan berangkat dari pelabuhan itu baik dari Jawa maupun Sumatera serta pemudik yang menggunakan roda empat dan roda dua.

Berdasarkan data dari PT IF pada Minggu sore jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan Bakauheni mencapai 40.588 kendaraan 8.764 unit yang terdiri dari dua 4.028 unit, roda empat 3.557, dan kendaraan besar bus penumpang 4.540 unit.

Sedangkan kedatangan sebelumnya pada H-6 jumlah penumpang mencapai 48.691 penumpang dengan 8.761 kendaraan berbagai jenis termasuk kendaraan roda dua dengan diangkut 24 armada kapal roll on roll off atau roro sebanyak 96 trip.

Kemudian, untuk keberangkatan mencapai 90 trip yang dilayani oleh 27 armada kapal dari 24 armada pada hari sebelumnya, ditambah dengan dua kapal cepat yang beroperasi untuk mendukung angkutan mudik.

kompas.com

Leave a comment »

H-7 Lebaran Jalinsum Masih Rusak

BANDAR LAMPUNG (LampostOnline): Sepekan menjelang Lebaran (H-7) sejumlah ruas jalan di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) masih banyak rusak. Pemudik diminta hati-hati ketika melintasi wilayah tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Fatmawati, Kamis (2-9), menjelaskan kerusakan jalan tersebut terbagi pada beberapa jalur, antara lain jalur lintas barat (jalinbar), jalur lintas tengah (jalinteng), jalur lintas timur (jalintim), dan jalur lintas pantai timur (jalinpantim). Di jalinbar terdapat 5 lokasi jalan rusak, di antaranya Km 112 Padangmanis, Tanggamus; KM 75 Gunungalip, Sukaraja, Tanggamus; KM 20 Karyapenggawa, Lampung Barat; Km 29 Krui-Liwa, Lampung Barat; dan, Km 45 Bangkunat, Lampung Barat. “Sebaiknya pemudik berhati-hati melintasi jalan tersebut,” kata dia.

Kemudian, jalinteng ada 5 lokasi jalan rusak, yakni; Km 204 Blambangan Umpu, Way Kanan; Km 171 Blambangan Umpu, Way Kanan; Km 78 Jembatan Tipo Gunungsugih, Lampung Temgah; Jalan Antasari Natar, Lampung Selatan; dan, Km 79 Desa Hatta, Lampung Selatan. Menurut Fatmawati, kerusakan jalan di Km 79 Desa Hatta, Bakauheni, Lampung Selatan, terjadi pada 9 Februari 2010. Penyebabnya gorong-gorong jalan ambles tergerus air. Lalu, pada 13 Maret, dipasang jembatan Bally sebagai alternatif untuk dilewati kendaraan berat. “Hingga saat ini pengerjaan gorong-gorong baru 50%,” ujar wanita berkacamata itu.

Guna menghindari kemacetan, di jalan ini dilakukan pengalihan arus lalu lintas.

Lalu, di jalintim juga terdapat 5 lokasi jalan rusak, antara lain Km 235 Desa Agungbatin, Tulangbawang; Km 189 Banjaragung, Tulangbawang; Km 169 jembatan Menggala, Tulangbawang; Km 145 Menggala, Tulangbawang; dan Km 123 Terusannunyai, Lampung Tengah. Jalintim yang panjang jalannya sekitar 289,57 km itu melewati perbatasan Ogan Komering Ilir (OKI), Simpangpematang, Menggala, dan Terbanggibesar. Selain jalan rusak, kemacetan juga disebabkan pasar tumpah dan pembangunan infrastruktur.

Sedangkan 5 lokasi jalan rusak di jalinpantim, di antaranya Jalan Soekarno-Hatta, Sukadana, Lampung Timur; ruas jalan Labuhanmaringgai—ruas jalan Way Jepara, Lampung Timur; Desa Labuhanratu, Pasirsakti, Lampung Timur; Desa Bandaragung, Ketapang, Lampung Selatan; dan, Desa Lebungbalak, Ketapang, Lampung Selatan. Titik rawan kemacetan diperkirakan terjadi di dua lokasi wisata dan dua pembangunan infrastruktur.

Pemudik yang melintasi jalan yang panjangnya 204,30 km itu akan melewati Menggala-Sukadana-Labuhanmaringgai-Pasirsakti-Ketapang-dan Bakauheni. (MG10/K-2/L-1)

Leave a comment »

Jalan Lintas Barat Siap Dilalui Pemudik

Minggu, 29 Agustus 2010 09:21 WIB

BENGKULU–MI: Jalan lintas barat Bengkulu mulai H-7 Idul Fitri 1431
Hijriyah siap dilalui kendaraan para pemudik Lebaran baik tujuan Pulau
Jawa maupun sejumlah kota di Sumatera.

“Mulai H-7 nanti jalan lintas barat Bengkulu siap dilalui kendaraan para
pemudik tujuan ke Jawa dan kota-kota di Sumatera karena perbaikan jalan
sudah selesai,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi
Bengkulu Samsidi, di Bengkulu, Minggu (29/8).

Perbaikan jalan lintas barat Bengkulu sepanjang 432 kilometer saat ini
sudah mendekati selesai, dan diharapkan pada H-7 kondisi jalan nasional
dalam keadaan mantap. Meski ada beberapa titik masih dalam perbaikkan,
tetapi tidak akan mengganggu kelancaran arus mudik di jalur tersebut.

Demikian pula untuk jalur mudik dari Kota Bengkulu ke Lubuklinggau dan
Bengkulu ke batas Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel) siap
dilalui kendaraan mudik Lebaran pada H-7 mendatang.

“Kami jamin seluruh jalan yang akan digunakan jalur mudik angkutan Lebaran
di Bengkulu pada 2010 dalam kondisi mantap dan lancar. Jadi, masyarakat
tidak perlu khawatir akan terjadi kemacetan dalam perjalanan,” ujarnya.

Meski demikian, DPU Provinsi Bengkulu tetap melakukan antisipasi berupa
menyiapkan sejumlah alat berat di sejumlah titik rawan longsor pada jalur
mudik. Titik rawan longsor di jalan lintas barat yang ditempatkan alat
berat, antara lain di Desa Penarik, Urai, Talo, Merpas dan beberapa titik
lainnya.

Dengan disiagakan alat berat ini, jika terjadi hujan lebat disertai tanah
longsor, timbunan tanah yang ada di badan jalan dapat disingkirkan dengan
cepat, sehingga arus lalu lintas bus angkutan Lebaran dan kendaraan
lainnya tetap berjalan lancar.

Comments (1) »

Jalan Lintas Bengkulu Penuh Lubang Serta Rawan Longsor

Kamis, 26 Agustus 2010 | 16:11 WIB
TEMPO Interaktif, Bengkulu – Pengguna jalan terutama pemudik yang akan
melintas di jalur lintas barat Lampung-Kaur-Manna-Kota Bengkulu- Bengkulu
Utara- Muko-muko- Sumatera Barat maupun jalur lintas timur Kepahyang-
Pagar Alam dan Kepahyang-Rejang Lebong-Sumatera Selatan patut waspada.
Karena ada 17 titik jalan dalam kondisi rusak parah yang juga rawan
longsor dan abrasi.

Hal tersebut tentu saja perlu mendapatkan perhatian khusus Pemerintah
Provinsi Bengkulu karena titik rawan tersebut merupakan jalan negara.
Apalagi, arus mudik tidak lama lagi bergulir.

“Paling parah abrasi yang terjadi di Desa Urai Muko-muko jalan lintas
Bengkulu – Padang karena saat ini hanya mampu dilewati satu kendaraan
roda empat,” jelas Yudha Karyana, Kepala Satuan Polisi Jalan Raya
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Bengkulu, saat diminta
keterangan Kamis (26/8).

Sementara itu titik jalan rusak berdasarkan inventarisasi Petugas Jalan
Raya Kepolisian Daerah Bengkulu, khusus jalur lintas barat terdapat di
Kabupaten Kaur antara lain Desa Batu Lungun, Ulak Padang, Tanjung Bulan,
Bentiring, Sukamerindu, Bentiring, dan Jembatan Kucupan.

Di Kabupaten Seluma antara lain jalan di Desa Padang Plasak, Gunung Agung,
Tumbuan, dan Air Teras, dan Jembatan Tumbuan. Di Kabupaten Muko-muko
antara lain jalan di Desa Penarik, Lubuk Sana, Urai.

“Sehingga bagi kendaraan yang melintas di desa-desa tersebut patut waspada
karena tidak hanya jalan penuh lubang, tapi juga keberadaan jalan yang
habis dimakan abrasi dapat mengancam nyawa,” tegas Yudha.

Jalur lintas timur rawan terhadap longsor, dan kondisi jalan tidak kalah
buruknya dengan jalur lintas barat. Lubang-lubang beserak di sepanjang
jalur tersebut. Yang perlu diwaspadai adalah jalan di desa Ulak Tanding
Kabupaten Rejang Lebong dan sepanjang area gunung di Kabupaten Kepahyang.

Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Provinsi Bengkulu Aliberti
mengatakan sementara waktu untuk mengantisipasi jalan-jalan rusak,
pihaknya akan menambah rambu-rambu peringatan di sepanjang jalan, juga
membuat jalan alternatif khusus jalan rusak akibat abrasi.

“Khusus jalan yang terkikis abrasi akan dibuat jalan alternatif dari
tanah, karena sangat berbahaya jika dilewati pada malam hari tanpa ada
penerangan,” katanya.

Khusus Bengkulu, Aliberti mengatakan puncak arus mudik terjadi pada H-1
hingga H+1, dan itu sebanyak 60 persen adalah pemudik lokal dari Kota
Bengkulu yang mudik ke kabupaten lain. Kebanyakan pemudik menggunakan
kendaraan roda dua.

Menurut Aliberti, kemacetan dapat terjadi di Desa Urai, sebab kendaraan
terpaksa melintas bergantian karena badan jalan yang habis dimakan abrasi.
Mengantispasi hal tersebut, pihak Dinas Perhubungan telah berkoordinasi
dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk membuat jalan alternatif.

“Jalan sepanjang area gunung antara Bengkulu Tengah dan Kepahyang juga
dapat mengalami kemacetan karena jalanan sempit dan terdapat jurang disisi
jalan,” terangnya lagi.

Mengenai kondisi jalan yang rusak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkulu
Zulkarnain Muin saat dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya sejak seminggu
yang lalu telah memperbaiki jalan. “Perbaikan sifatnya sementara, dengan
menambal sulam jalan-jalan yang berlubang, dan membuat beberapa jalan
alternatif dari tanah,” katanya.

PHESI ESTER JULIKAWATI

Leave a comment »