36 Feri Disiapkan Buat Mudik Lebaran

KALIANDA (LampostOnline): Mudik Lebaran tahun ini PT Indonesia Ferry (IF) Cabang Bakauheni, Lampung Selatan, menyiapkan 36 unit feri dan tiga unit kapal cepat.
“Prinsipnya PT IF siap menghadapi angkutan penyeberangan arus mudik Lebaran tahun ini. Untuk kapal roro kami siapkan 36 unit. Sedangkan kapal cepat tiga unit, masing-masing Pasadena, Alle Expres dan Citra Jet,” kata Manajer Operasional PT IF Cabang Bakauheni Heru Purwanto, Rabu (27-7), di kantornya.
Mengenai kapal feri yang docking (perbaikan), Heru mengatakan saat ini terdapat tujuh unit feri yang docking. Namun, akhir Juli 2011 kapal feri itu siap dioperasionalkan.
“Untuk itu kami berharap semua kapal roro yang docking bisa dipercepat. Kami berharap 36 unit kapal roro dapat beroperasi sebagai angkutan penyeberangan arus mudik Lebaran,” kata dia.
Heru juga menjelaskan persiapan yang dilakukan PT IF Cabang Bakauheni menjelang arus mudik Lebaran tahun ini, enam dermaga di Pelabuhan Bakauheni akan difungsikan semua.
Selain itu, perbaikan Dermaga MB Mini (plengsengan) dan gang way di Dermaga II juga sudah selesai dilakukan. Saat ini area Pelabuhan Bakauheni mulai dilakukan pengecetan. Hal ini untuk memperindah area pelabuhan.
“Jumlah dermaga yang akan difungsikan sebanyak enam buah. Selain itu, gang way di Dermaga II yang semula manual, kini elektrik. Jadi, pada prinsipnya kami telah siap menghadapi angkutan mudik Lebaran,” kata dia. (TOR/D-3/L-1)

Iklan

Leave a comment »

Waspadai 9 Titik Rawan Laka

SEKAYU – Pengguna jalan di wilayah hukum Polres Muba diminta waspada dengan jalan akses Muba, mulai dari Betung-Sekayu-Lubuk Linggau atau Betung-Bayung Lincir-Jambi. Di jalur ini banyak memiliki titik rawan lakalantas. “Sedikitnya ada 9 titik rawan lakalantas di Muba” ujar Kapolres Muba AKBP F Barung Mangera SIk melalui Kasat Lantas Ary Sudrajat.

Ke-9 titik ini meliputi jalan raya Palembang-Jambi KM 210 Desa Senawar Jaya Bayung Lincir, KM 200 Desa Simpang Bayat ke Bayung Lincir (lengkap lihat grafis). “Kita juga mengidentifikasi daerah rawan longsor seperti yang pernah terjadi di Jl. Betung-Sekayu Desa Bailangu Timur KM 107 Kecamatan Sekayu, Jalan Betung-Sekayu Desa Bailangu Barat KM 110 Kecamatan Sekayu dan Jalan Betung-Sekayu Desa Teluk KM 98 Kecamatan Lais,” ujarnya.

Titik rawan tersebut, lanjutnya sudah dipasang rambu lalu lintas peringatan. Hanya saja, kecelakaan yang terjadi umumnya didominasi human error atau kesalahan manusia. “Ke depannya kita yakin angka laka lantas dapat ditekan. Dengan melakukan arahan ke pengendara untuk dapat mematuhi lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Muba Sofyan Wahidoen mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian untuk terus menekan angka lakalantas. (41)

Titik rawan kecelakaan :
1. KM 210 Desa Senawar Jaya, Bayung Lincir
2. KM 200 Desa Simpang Bayat, Bayung Lincir
3. KM 187 Desa Kali Berau, Bayung Lincir
4. KM 148 Desa Peninggalan, Bayung Lincir
5. KM 98 Desa Letang, Sungai Lilin
6. KM 87 Desa Teluk Kijing III, Lais
7. KM Ngulak III, Sanga Desa
8. Kelurahan Babat Jembatan I
9. KM 99 Dusun IV Desa Epil, Lais
(GRAFIS : CEPY/SUMEKS)
Ref : Sumatera Ekspres, Senin, 20 Desember 2010, Hal 26, SUMSEL

Comments (1) »

BPS: Pembatasan BBM Bisa Picu Inflasi

Jum’at, 26 November 2010
EKONOMI

BANDUNG (LampostOnline): Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan adanya rencana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun 2011 akan mempengaruhi tingkat inflasi langsung atau direct inflation tidak mempengaruhi tingkat inflasi secara keseluruhan.

Tetapi, BPS menilai dengan syarat angkutan umum atau kendaraan plat kuning tidak ikut dalam pembatasan penggunaan BBM bersubsidi.

Demikian disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan ketika ditemui disela acara MoU dengan Bank Indonesia di Kantor Bank Indonesia (KBI), Bandung, Jumat (26-11).

“Pembatasan BBM bersubsidi ini baru diwacanakan dan akan mulai diterapkan per 1 Januari 2011. Jika benar ini diterapkan khusus kepada semua masyarakat yang mempunyai kendaraan plat hitam itu akan berpengaruh kepada inflasi yang dampaknya memang direct,” ujar Rusman.

Ia menjelaskan, nantinya pembatasan BBM bersubsidi bagi plat hitam tersebut itu akan mempengaruhi konsumsi rumah tangga sehingga yang terjadi merupakan inflasi langsung yang tidak terpengaruh terhadap inflasi keseluruhan.

“Jadi kalau plat hitam saja ya pastinya memperngaruhi konsumsi BBM rumah tangga dan ini yang terjadi direct inflation sehingga tidak ada multiplier effectnya karena kalau,” tuturnya.

Besaran dari direct inflation ini, lanjut Rusman, baru bisa diprediksikan berapa besarannya setelah mendata konsumsi BBM bersubsidi di rumah tangga.

Namun, Rusman mengatakan inflasi justru akan berpengaruh ketika angkutan umum juga diwajibkan untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi. “Sudah pasti angkutan umum akan menaikkan harga. Kemudian pengaruh ke harga barang dan jasa naik. Itu kalau plat kuning tidak menggunakan BBM bersubsidi,” tambahnya.

Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005.

Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.

Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, Menko Perekonomian Hatta Rajasa memperkirakan konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%. DTC/L-1

Leave a comment »

Pembatasan BBM Subsidi Dimulai Januari 2011

Rabu, 24 November 2010
EKONOMI

JAKARTA (LampostOnline): Mulai Januari 2011, mobil produksi 2005 ke atas tidak diperbolehkan menggunakan premium bersubsidi.

BBM subsidi hanya dialokasikan bagi angkutan umum, nelayan, dan mobil produksi 2005 ke bawah.

Keputusan pemerintah ini bertujuan membatasi pemakaian BBM bersubsidi yang dari tahun ke tahun terus melonjak. Bagi Anda yang merasa memiliki mobil di atas tahun 2005, dipersilakan membeli Pertamax.

Sejumlah SPBU di Jakarta, Rabu (24-11), mulai terlihat mensosialisasikan rencana tersebut. Kendati begitu, pihak pengelola meragukan mekanisme dan pengawasan saat kebijakan tersebut diterapkan di lapangan. DTC/L-1

Leave a comment »

Jalur Alternatif Semakin Memprihatinkan

Kamis, 25 November 2010

KETAPANG (LampostOnline): Jalan alternatif Simpang Gayam—Simpang Ketapang, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, semakin memprihatinkan.

Sejumlah ruas jalan rusak parah.

Saat musim hujan, jalan berlubang seperti kubangan air sehingga rawan kecelakaan dan mengakibatkan kemacetan. Sementara saat terik, jalur pengalihan arus kendaraan barang dan bus rute Bandar Lampung maupun Bakauheni diselimuti debu sangat tebal.

Sehingga, warga yang berdomisili di sepanjang jalan provinsi tersebut rentan terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Jalan alternatif pascapenutupan arus kendaraan besar di lokasi pembangunan gorong-gorong ambles di Jalinsum Km 79/80, Dusun Panegolan, Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, ini semakin rusak parah karena intensitas kendaraan berbeban berat cukup tinggi.

“Jalan bertambah rusak. Di sana-sini ambles dan kerap terjadi kecelakaan serta kemacetan panjang. Sehingga, kami pun ikut rugi akibat arus kendaraan besar rute Bakauheni-Bandar Lampung dialihkan,” kata warga Jalan Simpang Ketapang—Simpang Gayam Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, Jendro, Selasa (23-11).

Pengawas Lapangan PT F Syukri Balak Lampung, Fajar mengatakan pemasangan gorong-gorong di jalinsum Km 79/80, Dusun Panegolan, masih tersisa delapan buah. Menurut dia, 42 buah gorong gorong sepanjang 84 meter sudah ditanam di dasar lembah sedalam 24 meter dari permukaan jalan raya.

“Mudah-mudahan sepekan ini seluruh gorong-gorong terpasang,” kata Fajar.

Setelah 50 buah gorong-gorong terpasang, kata Fajar, pekerjaan akan dilanjutkan dengan menguruk gorong-gorong hingga rata dengan jalan raya.

“Akhir tahun kami pastikan arus lalu lintas Bandar Lampung-Bakauheni normal karena pembangunan selesai,” kata dia. (AL/D-3/L-1)

Leave a comment »

Perbaikan Jalan Rusak Tak Sesuai Target

Kamis, 25 November 2010


JALAN RUSAK. Banyak ruas jalan di Bandar Lampung yang rusak parah dan perbaikan pun amat lambat dilakukan. (LAMPUNG POST)

BANDAR LAMPUNG
(LampostOnline): Perbaikan jalan rusak di Kota Bandar Lampung diperkirakan tidak akan selesai sesuai target, yaitu pertengahan Desember 2010. Pasalnya, hingga kemarin belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan di sejumlah lokasi.
Pemantauan Lampung Post, kondisi jalan rusak yang terdapat di Jalan Dr. Harun IV, Jalan Pulau Bacan, Jalan Arif Rahman Hakim, dan Jalan Urip Sumoharjo. Di jalan-jalan tersebut belum ada tanda-tanda segera diperbaiki. Padahal, perbaikan jalan rusak yang masuk kategori jalan kota dan lingkungan seharusnya sudah dilakukan perbaikan sejak awal November 2010 lalu.
Yang terlihat diperbaiki hanya Jalan Ridwan Rais. Sayangnya pekerjaan perbaikan di lokasi tersebut terkesan lambat dan tidak memperhatikan kenyamanan pengguna kendaraan. Sebab, selain pekerjaannya yang sudah memakan waktu sekitar dua minggu, material perbaikan seperti batu berukuran besar juga berserakan di jalan.
Kondisi tersebut membuat jalan di lokasi ini hanya dapat dilalui satu arah dan mengakibatkan sering terjadi kemacetan yang cukup panjang.
Kepala Bidang Infrastruktur Jalan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan mengatakan pekerjaan perbaikan jalan sudah berjalan satu minggu.
Namun, dia belum bisa memastikan jalan di daerah mana saja yang sudah dilakukan perbaikan dan lokasi mana saja yang akan diperbaiki.
Iwan menjelaskan Dinas PU Kota Bandar Lampung sudah membuat kesepakatan dengan kontraktor pemenang tender melalui kontrak selama tiga bulan untuk waktu perbaikan jalan. Artinya, jika hingga batas waktu pekerjaan, yakni pertengahan Desember 2010, pihak kontraktor belum juga melakukan perbaikan, pihaknya tidak akan melakukan pembayaran pekerjaan tersebut.
Iwan menuturkan perbaikan jalan rusak yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2010 sebesar Rp23,1 miliar tersebut akan dilakukan di sejumlah lokasi.
Perbaikan yang akan dilakukan sifatnya menyeluruh dengan melapisi aspal. Perinciannya, kategori jalan lingkungan dilapisi dengan lapisan tanah dan pasir, sedangkan jalan kota menggunakan lapisan hotmix. (*/K-1/L-1)

Leave a comment »

JALUR RAWAN MUDIK LEBARAN 2010 DI PROV. RIAU

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Informasi bagi dunsanak yg Mudik Lebaran melewati jaringan jalan dalam wilayah Provinsi Riau (batas wilayah dengan Sumut, Sumbar dan Jambi), sumber data Riau Pos 5 Sept 2010.
Mudah-mudahan dapat sebagai pemandu perjalanan dunsanak agar cepat dan selamat sampai di tempat tujuan.

Wassalam,
Feri Sumardi
Tembilahan – Riau
(dikutip dari milis grup Sulitanet@yahoogroups.com)

1. PEKANBARU – BAGAN BATU – BTS SUMUT:

Rawan Kecelakaan:
1. Km. 32-34 : Jalan bergelombang dan beralur
2. Km. 49-81 : Jalan bergelombang dan licin diwaktu hujan
3. Km. 81 : Jalan berlobang diameter +/- 40 cm, kedalaman +/- 15 cm
4. Km. 81,9 : Badan jalan rendah dan sering tergenang air
5. Km. 92-93 : Jalan bergelombang dan beralur
6. Km. 95 (dekat jembatan) : Jalan rusak dan berlobang
7. Km. 97/98 (Muara Basung) : Sering terjadi kecelakaan
8. Km. 102-103 : Jalan menikung serta tanjakan dan turunan
9. Km. 110 : Tanjakan dan bergelombang
10. Km.151-153 (Spg. Kulim – Spg Batang) : Jalan bergelombang dan beralur

2. RANTAU BERANGIN – UJUNG BATU – BATAS SUMUT:

Rawan Kecelakaan:
1. Pangaraian – Dalu Km. 155,7 – 157,3 dan Km 184 – 184,3 jalan berliku dan penuh lobang pada setiap tikungan.
2. Km. 185,5 – 230,7 : kondisi jalan rusak hingga perbatasan Prov. Sumut

3. PEKANBARU – RANTAU BERANGIN – BATAS SUMBAR :

Rawan Kecelakaan :
1. Km. 78-80,9 : Terdapat kerusakan pada permukaan jalan (berlubang)

Rawan Macet:
1. Km. 33,2-33,8 (Pasar Danau Bingkuang)
2. Km. 38,5-39 (Pasar Kampar)
3. Km. 50-50,5 (Pasar Air Tiris)
4. Km. 71,2-71,8 (Pasar Kuok)
5. Km. 93,1-94 (Fasilitas istirahat Koto Panjang)
6. Kelok 9 (Prov. Sumbar)

4. PEKANBARU – TELUK KUANTAN – BATAS SUMBAR :

Rawan Kecelakaan
1. Km. 49-51,5; Km. 57-62; Km. 85,8; Km.91,3; Km. 112-113,2; Km. 128,6 dan Km.197

Rawan Macet:
1. Km. 70,7 (Pasar Tanah Abang Lipat Kain)
2. Km. 80,6 (Pasar Lubuk Jambi)

5. PEKANBARU – PEMATANG REBA – BATAS JAMBI :

Rawan Kecelakaan
1. Km. 25 (Simpang Beringin)
2. Km. 36-40; Km. 54; Km. 108,7; Km. 158; Km. 162; Km. 186; Km. 189; Km. 203,8;
Km 236; Km. 240; Km. 242 dan Km. 244.
* Kondisi jalan berlubang dan banyak tikungan
* Lebar badan jalan sempit menjelang perbatasan Prov. Jambi
* Sering menimbulkan antrian panjang bila terjadi dua kendaraan berat saling berpapasan

Leave a comment »