Penyeberangan Barang Meningkat 28%

KALIANDA (Lampost.Co): Memasuki Ramadan 1434 H, arus penyeberangan kendaraan barang di Pelabuhan Merak dan Bakauheni meningkat 28% dibanding hari sebelumnya.
Arus penyeberangan kendaraan barang akan terus meningkat sampai larangan untuk penyeberangan barang diberlakukan mulai H-4 hingga H+1 Lebaran. General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Yanus Lentanga mengungkapkan antrean truk di Pelabuhan Merak menuju Bakauheni menumpuk sejak dua hari lalu.
Ratusan truk yang akan menyebrang ke Sumatera memadati seluruh areal Dermaga di Pelabuhan Merak, Banten.

Hal itu karena adanya peningkatan jumlah kendaraan pribadi dan truk mencapai 22%—28% dibanding hari-hari sebelumnya. “Selain jumlah kendaraan pribadi dan truk yang meningkat, stagnasi truk di Pelabuhan Merak karena kami mengutamakan pelayanan terhadap mobil pribadi dan truk sembako. Setelah itu, baru menyusul truk pengangkut barang lainnya,” kata Yanus, Senin (8-7).

Menurutnya, sejak sepekan sebelum bulan puasa, jumlah truk yang menyeberang di Pelabuhan Merak dan Bakauheni terus meningkat. Sebabnya, permintaan barang kebutuhan pada bulan puasa cukup tinggi. Selain itu, pemberlakuan larangan menyeberang bagi truk nonsembako pada H-4 membuat pengiriman barang nonsembako diperbanyak. “Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk melancarkan pasokan barang-barang menuju Pulau Sumatera dan Jawa, sehingga tidak ada harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi karena tersendat sarana transportasinya,” ujarnya.

Di sisi lain, berakhirnya masa libur sekolah juga menjadi perhatian pengelola pelabuhan. “Setidaknya, 25 kapal kami operasikan untuk mengatasi kepadatan di Pelabuhan Merak, selain mengupayakan percepatan waktu sandar kapal dan bongkar muat di dermaga,” kata Yanus.

Pascaperbaikkan sementara oleh anggota Polres Way Kanan, Jembatan Way Umpu telah dilalui tronton bermuatan berat. Pemantauan Lampung Post di Jembatan Way Umpu, Kampung Negeribaru, Kecamatan Blambangan Umpu, Senin (8-7), pukul 11.00, lalu lintas jalan raya normal. Mobil-mobil bermuatan besar bebas berlalu-lalang, padahal kondisi jembatan sangat rapuh.

Sejumlah baut di tiang penopang bagian tengah jembatan lepas. Akibatnya, saat ada kendaraan melintas, jembatan bergoyang, apalagi jika yang melintas mobil bermuatan berat. Kondisi jembatan belum benar-benar baik. Pasalnya, pihak berwajib memperbaiki dengan menutup bagian yang rusak menggunakan pelat besi.

Hal diperparah dengan kondisi jalan di sepanjang jalur lintas tengah (Jalinteng), tepatnya di sepanjang jalan menuju Baradatu.
Perbaikan belum dilaksanakan merata oleh instansi berwenang. Perbaikan hanya sebatas melubangi jalan rusak, tetapi perbaikannya belum dilaksanakan. (KRI/CK5/L-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: