Archive for Informasi

Jalan Tol Trans Sumatera Mulai Dibangun Tahun Ini

Jalan Tol Trans Sumatera Mulai Dibangun Tahun Ini

(sumber: Bayu Marhaenjati/ Beritasatu.com)

Jakarta — Pemerintah menyatakan akan segera memulai pengerjaan jalan tol Trans Sumatera pada tahun ini, yang akan dimulai dengan pengerjaan sebanyak empat ruas dari 23 ruas tol Trans Sumatera dengan investasi sebesar Rp 32,5 triliun.

Jalan tol tersebut akan dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero) yang akan dimulai dengan pembangunan ruas tol Medan-Binjai pada September mendatang.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa menuturkan, pemerintah akan melakukan percepatan pada pembangunan ruas jalan tol trans Sumatera dengan memberikan penugasan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam hal ini PT HUtama Karya.

Rencanananya, menurut Hatta, dari 23 ruas jalan tol Trans Sumatera yang ada, PT Hutama Karya akan mulai membangun empat ruas tol terlebih dahulu.

“Kami ingin melakukan suatu percepatan oleh sebab itu pembangunan ruas jalan tol ini sudah ditetapkan melalui penugasan kepada BUMN kita dan ditetapkan melalui peraturan Presiden,” ujar Hatta di Jakarta, Kamis (11/7)

Menurut Hatta, jalan tol yang terbentang sepanjang 2.700 km dari Aceh hingga Lampung tersebut akan mulai dibangun pada September 2013 dan diharapkan dapat rampung pada tahun 2020 mendatang.

Ruas jalan tol tersebut, menurut dia, masuk dalam masterplan ASEAN Connectivity, dimana ruas jalan tol Trans Sumatera diharapkan dapat memiliki kualitas standar internasional.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menuturkan, pihaknya saat ini, telah melakukan studi kelayakan pembangunan jalan tol Trans Sumatra. Dari studi kelayakan tersebut, menurut dia, seluruh ruas jalan tol trans Sumatera tersebut layak secara ekonomi, tetapi tidak layak secara finansial.

“Semua studi kelayakan meliputi prastudi telah kita lakukan, sehingga kita telah mengetahui setiap ruas kelayakannya dan semua layak secara ekonomi, tetapi tidak layak secara finansial karena itu kita memberikan penugasan pada BUMN yang sahamnya 100% dimiliki oleh pemerintah,” terang dia.

Adapun untuk tahap pertama, menurut dia, Hutama Karya akan mulai membangun sebanyak empat ruas jalan tol, yakni : Medan – Binjai, Pekanbaru – Dumai, Indralaya – Palembang dan Bakauheni – Terbanggi. Saat ini, menurut dia, pengadaan lahan untuk pembangunan jalan tol tersebut memang masih dalam proses. Namun, menurut dia, PT Hutama Karya selaku BUMN yang diberi penugasan harus dapat segera menyelesaikan pengadaan tanah tersebut.

Investasi untuk pembangunan empat ruas jalan tol tersebut sendiri mencapai Rp 31,5 triliun dengan rincian investasi, yakni ruas Medan – Binjai Rp 2 triliun, Pekanbaru – Dumai Rp 14,7 triliun, Indralaya – Palembang lebih dari Rp 1 triliun serta Bakauheni – Terbanggi Besar Rp 13,8 triliun.

Penulis: NTI/FMB

Sumber:Investor Daily

Leave a comment »

Penyeberangan Barang Meningkat 28%

KALIANDA (Lampost.Co): Memasuki Ramadan 1434 H, arus penyeberangan kendaraan barang di Pelabuhan Merak dan Bakauheni meningkat 28% dibanding hari sebelumnya.
Arus penyeberangan kendaraan barang akan terus meningkat sampai larangan untuk penyeberangan barang diberlakukan mulai H-4 hingga H+1 Lebaran. General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Yanus Lentanga mengungkapkan antrean truk di Pelabuhan Merak menuju Bakauheni menumpuk sejak dua hari lalu.
Ratusan truk yang akan menyebrang ke Sumatera memadati seluruh areal Dermaga di Pelabuhan Merak, Banten.

Hal itu karena adanya peningkatan jumlah kendaraan pribadi dan truk mencapai 22%—28% dibanding hari-hari sebelumnya. “Selain jumlah kendaraan pribadi dan truk yang meningkat, stagnasi truk di Pelabuhan Merak karena kami mengutamakan pelayanan terhadap mobil pribadi dan truk sembako. Setelah itu, baru menyusul truk pengangkut barang lainnya,” kata Yanus, Senin (8-7).

Menurutnya, sejak sepekan sebelum bulan puasa, jumlah truk yang menyeberang di Pelabuhan Merak dan Bakauheni terus meningkat. Sebabnya, permintaan barang kebutuhan pada bulan puasa cukup tinggi. Selain itu, pemberlakuan larangan menyeberang bagi truk nonsembako pada H-4 membuat pengiriman barang nonsembako diperbanyak. “Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk melancarkan pasokan barang-barang menuju Pulau Sumatera dan Jawa, sehingga tidak ada harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi karena tersendat sarana transportasinya,” ujarnya.

Di sisi lain, berakhirnya masa libur sekolah juga menjadi perhatian pengelola pelabuhan. “Setidaknya, 25 kapal kami operasikan untuk mengatasi kepadatan di Pelabuhan Merak, selain mengupayakan percepatan waktu sandar kapal dan bongkar muat di dermaga,” kata Yanus.

Pascaperbaikkan sementara oleh anggota Polres Way Kanan, Jembatan Way Umpu telah dilalui tronton bermuatan berat. Pemantauan Lampung Post di Jembatan Way Umpu, Kampung Negeribaru, Kecamatan Blambangan Umpu, Senin (8-7), pukul 11.00, lalu lintas jalan raya normal. Mobil-mobil bermuatan besar bebas berlalu-lalang, padahal kondisi jembatan sangat rapuh.

Sejumlah baut di tiang penopang bagian tengah jembatan lepas. Akibatnya, saat ada kendaraan melintas, jembatan bergoyang, apalagi jika yang melintas mobil bermuatan berat. Kondisi jembatan belum benar-benar baik. Pasalnya, pihak berwajib memperbaiki dengan menutup bagian yang rusak menggunakan pelat besi.

Hal diperparah dengan kondisi jalan di sepanjang jalur lintas tengah (Jalinteng), tepatnya di sepanjang jalan menuju Baradatu.
Perbaikan belum dilaksanakan merata oleh instansi berwenang. Perbaikan hanya sebatas melubangi jalan rusak, tetapi perbaikannya belum dilaksanakan. (KRI/CK5/L-2)

Leave a comment »

INFO JALAN LINTAS MEDAN – PEKANBARU TANGGAL 3 – 6 JULI 2013

Buat Sahabat semua,

Sekedar berbagi info tentang kondisi jalan lintas Medan – Pekanbaru, mudah-mudahan
berguna untuk mudik nanti…

Medan – Pekanbaru : 3 Juli 2013
Pekanbaru – Medan : 6 Juli 2013
Kendaraan : Toyota Corona GL 1984 – 1500 cc

Potensi macet :
1. Jembatan Tanjung Morawa (depan kantor PTPN III, Kayu Besar), penyempitan jalan akibat pembangunan jembatan untuk pengganti jembatan lama. Jembatan yang berfungsi 1
unit ditambah 1 jembatan darurat. Diberlakukan sistem buka-tutup untuk arus dari dan keluar Medan, terutama pada jam sibuk.

2. Simpang Pamina – Perbaungan, adanya perbaikan jembatan (kecil). Kemacetan sering diakibatkan ulah pengemudi yang gak mau antri dan main serobot.

3. Betonisasi jalan di Kandis – Riau, diberlakukan sistem buka-tutup, antrian bisa teratur dan tidak ada saling serobot.

Kondisi jalan secara umum sudah bagus, sedang dalam perbaikan di beberapa titik antara Kandis – Minas. Diperkirakan bisa selesai menjelang mudik Lebaran.

Perlu hati-hati pada saat memasuki Simpang Bangko – Duri, terutama bagi kendaraan kecil, karena jalan sepanjang ± 200 meter membentuk parit sesuai alur ban truk.

Semoga bermanfaat

Rudy Kusdyanto
Medan, Lk, 43th

Leave a comment »

Perbaikan Jalan Rusak Tak Sesuai Target

Kamis, 25 November 2010


JALAN RUSAK. Banyak ruas jalan di Bandar Lampung yang rusak parah dan perbaikan pun amat lambat dilakukan. (LAMPUNG POST)

BANDAR LAMPUNG
(LampostOnline): Perbaikan jalan rusak di Kota Bandar Lampung diperkirakan tidak akan selesai sesuai target, yaitu pertengahan Desember 2010. Pasalnya, hingga kemarin belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan di sejumlah lokasi.
Pemantauan Lampung Post, kondisi jalan rusak yang terdapat di Jalan Dr. Harun IV, Jalan Pulau Bacan, Jalan Arif Rahman Hakim, dan Jalan Urip Sumoharjo. Di jalan-jalan tersebut belum ada tanda-tanda segera diperbaiki. Padahal, perbaikan jalan rusak yang masuk kategori jalan kota dan lingkungan seharusnya sudah dilakukan perbaikan sejak awal November 2010 lalu.
Yang terlihat diperbaiki hanya Jalan Ridwan Rais. Sayangnya pekerjaan perbaikan di lokasi tersebut terkesan lambat dan tidak memperhatikan kenyamanan pengguna kendaraan. Sebab, selain pekerjaannya yang sudah memakan waktu sekitar dua minggu, material perbaikan seperti batu berukuran besar juga berserakan di jalan.
Kondisi tersebut membuat jalan di lokasi ini hanya dapat dilalui satu arah dan mengakibatkan sering terjadi kemacetan yang cukup panjang.
Kepala Bidang Infrastruktur Jalan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan mengatakan pekerjaan perbaikan jalan sudah berjalan satu minggu.
Namun, dia belum bisa memastikan jalan di daerah mana saja yang sudah dilakukan perbaikan dan lokasi mana saja yang akan diperbaiki.
Iwan menjelaskan Dinas PU Kota Bandar Lampung sudah membuat kesepakatan dengan kontraktor pemenang tender melalui kontrak selama tiga bulan untuk waktu perbaikan jalan. Artinya, jika hingga batas waktu pekerjaan, yakni pertengahan Desember 2010, pihak kontraktor belum juga melakukan perbaikan, pihaknya tidak akan melakukan pembayaran pekerjaan tersebut.
Iwan menuturkan perbaikan jalan rusak yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2010 sebesar Rp23,1 miliar tersebut akan dilakukan di sejumlah lokasi.
Perbaikan yang akan dilakukan sifatnya menyeluruh dengan melapisi aspal. Perinciannya, kategori jalan lingkungan dilapisi dengan lapisan tanah dan pasir, sedangkan jalan kota menggunakan lapisan hotmix. (*/K-1/L-1)

Leave a comment »

Tour of Singkarak 2009

Tour of Singkarak 2009
Dwiki Dharmawan Gelar Konser The Soul of Minangkabau

Rabu, 21 Januari 2009 ( Suara Karya )

Pemimpin kelompok musik jazz Krakatau, Dwiki Dharmawan, pantas berbangga. Dalam rangka menyemarakkan pelaksanaan Tour of Singkarak 2009 yang akan digelar 30 April hingga 3 Mei mendatang, Dwiki dipercaya menjadi “motor” hiburan yang harus menghidupkan ajang balapan sepeda itu. Karena itu, Dwiki akan menggelar konser The Soul of Minangkabau di
Sumatera Barat.

“Konser itu akan kami gelar sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 29 April, sehari menjelang pembukaan Tour of Singkarak di Stadion Imam Bonjol, Padang, dan pada hari penutupan, tanggal 3 Mei, di sekitar Danau Singkarak,” ujar Dwiki Dharmawan kepada Suara Karya seusai jumpa pers Tour of Singkarak yang dipimpin Dirjen Pemasaran Depbudpar Sapta Nirwandar di Gedung Sapta Pesona, Depbudpar, Jakarta, Senin lalu.

Untuk menyukseskan konser itu, Dwiki akan memboyong banyak artis Ibu Kota. Bintang cantik Luna Maya, misalnya, akan dilibatkan menjadi MC. Kemudian diva pop Krisdayanti dipastikan ikut ambil bagian. Begitu juga penyanyi jazz Andien, penyanyi rock Ita Purnamasari, serta pedangdut Iis Dahlia dan Kristina. Kelompok band Ungu yang disukai banyak warga Sumatera Barat tentu saja tak dilupakan.

Iis Dahlia dan Kristina di arena konser Minangkabau nantinya tidak akan menyanyikan lagu dangdut, tetapi menurut Dwiki, mereka akan memperlihatkan kemampuannya yang lain dalam menyanyikan lagu-lagu Melayu. Kebetulan sekali, dalam acara itu akan hadir banyak wisatawan asal Malaysia yang menyukai vokal Iis Dahlia dan Kristina.

Potensi artis lokal Sumatera Barat (Sumbar) juga akan dimanfaatan Dwiki. Kini sudah 100 artis Sumbar yang dipasatikan ikut dan akan memamerkan kemampuannya menari, menyanyikan lagu-lagu etnis Minang, dan beragam pertunjukan lain. Sebagian besar mereka itu merupakan mahasiswa dan alumni Sekolah Tinggi Seni Padang Panjang.

“Kemampuan para artis lokal itu nanti akan dikolaborasikan oleh Dwiki sehingga menghasilkan beragam pertunjukan rakyat Sumbar yang benar-benar baru dan menarik,” ujar Wakil Gubernur Sumbar Marlis Rahman seusai memberikan keterangan pers tentang Tour of Singkarak.

Marlis juga menginformasikan, berkaitan dengan pelaksanaan Tour of Singkarak itu, Pemprov Sumbar tidak saja menggelar konser yang dipimpin Dwiki, tetapi juga pesta rakyat dan sepeda santai yang menampilkan ribuan sepeda kuno. Dalam pesta rakyat akan ditonjolkan beragam bentuk pertunjukan khas Minangkabau, kuliner khas Minangkabau, dan potensi kepariwisataan Minangkabau, khususnya pesona alam Danau Singkarak. Para peserta Tour of Singkarak juga akan dijamu dengan hidangan spesial. Selain makanan khas juga diperkenalkan teh talua, jus pinang, atau teh
kayu aro dan jus markisa.

Dirjen Pemasaran Depbudpar yang telah dianugerahi gelar Sari Marajo oleh ninik mamak di Solok, DR Sapta Nirwandar, memuji gaya Pemprov Sumbar yang ingin menjual potensi wisata Danau Singkarak melalui ajang balap sepeda Tour of Singkarak.

Sapta menilai Danau Singkarak memang menarik sekali. Dengan dipopulerkannya potensi danau itu melalui ajang balapan sepeda Tour of Singkarak, pada saatnya nanti daerah wisata Danau Singkarak akan menjadi perhatian wisatawan dunia.

Tour of Singkarak yang mengambil rute mengelilingi kota-kota wisata dan sejumlah danau di Sumbar, memang baru pertama kali digelar April nanti. Tapi, menurut Ketua PB ISSI Sofyan Rujian, dengan diikuti 15 tim dan semua pembalap papan atas dari kawasan Asia, Tour of Singkarak langsung diakui menjadi salah satu ajang balap sepeda bergengsi di Asia.

“Saya yakin, Tour of Singkarak, jika rutin diselenggarakan setiap tahun, peringkatnya akan lebih baik dibanding Tour of Java dan Tour of Langkawi, Malaysia. Buktinya, meski baru pertama kali dilaksanakan, sejumlah pembalap sepeda dari kawasan Eropa akan ikut. Itu artinya, Tour of Singkarak sudah mendapat pengakuan dari pembalap sepeda tingkat dunia,” tutur Jamaludin Mahmood, Chief Commissaire Tour D’Indonesia.
(Ami Herman)

Leave a comment »

Penumpang Keluhkan Kondisi Kapal Feri

Senin, 6 Oktober 2008

MUDIK & LEBARAN 2008

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sejumlah penumpang yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni-Merak dan sebaliknya, mengeluhkan buruknya kondisi beberapa kapal feri. Selain kondisi kapal yang kotor, juga karena lamanya waktu penyeberangan yang mencapai 4 jam lebih.Salah satunya adalah kapal Nusa Darma. Kapal berukuran sedang itu selama musim arus mudik dan balik terlihat kurang terawat. Selain menyembulkan aroma tidak sedap, lantai kapal yang putih pun terlihat menghitam. Belum lagi sejumlah kursi dari fiberglass banyak yang keropos dan terlihat serangga di selipan bangku penumpang.

Banyak penumpang yang menggerutu dan kapok tidak mau naik kapal yang jorok tersebut. “Apa tidak pernah dibersihkan ya, kok sampai sejorok ini sih,” terang Ny. Haryati yang saat itu pergi bersama anak-anaknya, Minggu (5-10) dini hari.

Kekecewaan bertambah karena waktu penyeberangan yang biasanya hanya dua jam hingga dua setengah jam, kemarin molor sampai empat jam lebih. Selama satu jam lebih kapal berlabuh di dekat Pelabuhan Bakauheni. Selama menunggu sudah tiga kapal feri melintas.

Ketika ditanya ke awak kapal soal lamanya perjalanan, petugas hanya menjawab, sedang menunggu giliran dermaga. Beberapa penumpang yang tidak sabar dengan lamanya waktu perjalanan, sempat membunyikan klakson berulang kali.

“Saya kapok naik kapal ini lagi, mendingan juga menunggu deh daripada naik kapal ini,” kata Nugraha, salah satu penumpang kapal.

Selain itu, layanan petugas kapal juga terkesan asal-asalan. Bambang, penumpang dari Jakarta yang hendak ke Lampung, kecewa karena petugas tidak berkata jujur. Pada Sabtu (4-10) malam, Bambang bersama keluarga hendak menyeberang ke Lampung.

Saat di loket pembelian karcis kapal, petugas mengatakan kendaraan akan menyeberang di dermaga 3 dengan kapal Duta Banten. Begitu masuk pelabuhan, petugas mengalihkan ke dermaga 2 dan di sana Kapal Nusa Darma baru merapat dan akan bongkar. Saat ditanya soal pengalihan, petugas menjawab kapal Duta Banten sudah penuh. Naik kapal Nusa Darma pun kendaraan bisa di atas, lanjut petugas tadi.

Selang menunggu bongkar, dan kendaraan mulai masuk ke kapal, ternyata tak ada satu pun kendaraan yang diperbolehkan ke atas. “Waktunya sudah mepet Pak, jadi tidak bisa ke atas,” ucap petugas dengan santai. n SAG/K-1

 

Comments (2) »

Sumbar-Riau Lumpuh Total

Rabu, 08 Oktober 2008

Kelok Sembilan dan Rantau Baringin Dihantam Longsor

Sample Image Putus Total : Ratusan pengemudi kendaraan bermotor terjebak longsor, Dua alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan bongkahan batu yang menghalangi badan jalan, di kawasan Kelok Sembilan, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota (Insert).
 
Limapuluh Kota, Padek– Jalur transportasi darat penghubung Sumbar dengan Provinsi Riau, kembali putus total karena dihantam longsor, dengan panjang dan ketinggian yang berbeda, pada Selasa (7/10) siang. 
 
”Longsor kali ini terjadi di kilometer 20 dari Kota Payakumbuh, tepatnya di kawasan Kelok Sembilan, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, dan di kawasan Rantau Barangin, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau,” kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Benny Setyawan kepada Padang Ekspres di lokasi longsor.

Khusus untuk longsor yang menghantam kawasan Kelok Sembilan, terjadi sebanyak dua kali, yakni sekitar pukul 14.00 WIB dan pukul 17.30 WIB. Sampai berita ini diturunkan, sejumlah petugas yang dibekali tiga unit alat berat, masih bekerja keras membersihkan tanah. Berdasarkan pantauan Padang Ekspres, longsor di Kelok Sembilan disebabkan karena batu sebesar truk colt diesel yang  berada di tebing paling atas, tiba-tiba runtuh dan menimbun badan jalan.

Untung saja tidak ada pengemudi kendaraan yang ditimpanya. Meskipun demikian, longsor yang menghantam Kelok Sembilan tersebut, tetap saja berakibat fatal. Setidaknya lebih dari 800 mobil dan sepeda motor yang rata-rata bermuatan pemudik Lebaran 1429 Hijriah, terjebak dalam antrean panjang. Diperkirakan, panjang antrean mencapai 6 kilometer. Untung saja, sebelum lokasi longsor terdapat puluhan rumah makan dan warung minuman, sehingga para pengemudi kendaraan bisa beristirahat sambil menunggu jalan diperbaiki.

Ketua Satuan Kordinasi Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satkorlak PBP) Limapuluh Kota Irfendi Arbi, optimis, longsor di Kelok Sembilan dapat diatasi. ”Sesuai pembicaraan kami dengan Kapolres, malam ini juga kami yakin, longsor di Kelok Sembilan dapat teratasi. Tentu saja dengan doa, tidak ada lagi longsor susulan,” kata Irfendi Arbi tadi malam.

Telat Pulang

Masih akibat longsor yang terjadi di Kelok Sembilan, ratusan warga Riau yang baru saja menikmati libur Lebaran di Sumatera Barat, terpaksa harus “telat pulang” ke tanah laskar bertuah. ”Ya, apa boleh buat, jalanan longsor. Lebaran tahun lalu, saya juga mengalami hal begini. Kalau malam ini tidak bisa diperbaiki, alamat akan telat kami sampai di Riau,” kata Andi Malano (42), warga Jalan Tengku Tambusai Riau yang mengaku asal Pariaman.

Bukan hanya Andi yang cemas akan telat pulang ke Riau. Sekelompok anak muda yang mudik dengan menggunakan sepeda motor, juga mulai panik.  “Kami sudah berencana, malam ini bisa sampai di Pekanbaru. Karena tadi sebenarnya sudah mulai bekerja. Tapi apa boleh buat, jalan longsor. Mau muter ke Kiliran Jao, tanggung,” celetuk Edila Deferdo (24).

Kepanikan lebih besar, juga terlihat pada wajah puluhan sopir L-300 pengangkut beras, telur, dan sayur mayur dari Sumbar. “Ondeh mandeh, longsor pulo jalan ko baliak. Lah sansai awak dibueknyo ko mah, batambah pitih kalua,” kata Herman (37), seorang sopir asal Kecamatan Guguk, Kabupaten Limapuluh Kota. Herman mengatakan, biasanya, setiap kali mengangkut telur ke Riau, dia sudah punya jatah gaji dan makan yang jelas. Kalau jalanan longsor, tentu jatah gajinya bakal harus lebih diirit.

Tiap hari, warga Sumatera Barat memang selalu mengirim komoditi pangan ke Riau. Untuk Kabupaten Limapuluh Kota saja, berdasarkan data yang diperoleh Padang Ekspres dari Wakil Bupati Irfendi Arbi, ada 5 juta butir telur ayam buras yang dikirim. “Itu baru telur saja. Kalau nanti dihitung pula puluhan ton beras dan sayur mayur dari berbagai daerah di Sumbar. Coba bayangkan, betapa proses ekonomi akan terganggu,” kata Irfendi Arbi.

Masih Banyak Titik Rawan

Berdasarkan pantauan Padang Ekspres kemarin sore, Jalan Sumbar-Riau saat ini memang relatif lebih rawan dengan longsor. Di samping disebabkan curah hujan yang tinggi. Beberapa titik tebing di Kelok Sembilan dan di sejumlah nagari dalam Kecamatan Pangkalan Koto Baru, juga terlihat memerah mulai gundul, misalnya saka di Nagari Koto Alam dan di Kelok Sembilan. Masih berdasarkan pantuan wartawan, rata-rata titik rawan longsor Jalan Sumbar-Riau, terdapat di sekitar lokasi penggalian batu.

Penggalian batu ini menurut Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Limapuluh Kota sebenarnya berlangsung liar. Ketika longsor terjadi pada bulan Maret 2008 lampau, Polres Limapuluh Kota sempat meminta warga untuk menghentikan segala aktivitas penambangan batu di pinggir Jalan-Sumbar Riau. Namun sampai sekarang, imbauan tersebut agaknya masih belum terlalu dihiraukan.

Jalur Alternatif

Terlepas dari kondisi tersebut, nampaknya para pengemudi kendaraan yang saat ini hendak melewati Jalan negara Sumbar-Riau di Kabupaten Limapuluh Kota, harus pindah atau memakai jalan alternatif lain, yakni melalui Kiliran Jao. Mengapa demikian? Sebab menurut keterangan yang diperoleh Kapolres Limapuluh Kota AKBP Benny Setyawan dari petinggi Polri di Kampar, jalan yang terban di Rantau Baringin belum bisa diperbaiki dalam dua atau pun tiga minggu ke depan.

“Jadi, kalau pun jalan di Kelok Sembilan yang dihantam longsor bisa dibersihkan malam ini, paling lalu-lintas hanya berjalan lancar sampai di perbatasan Sumbar dengan Riau. Sedangkan di Rantau Barangin, jalan sudah terban lagi,” kata Benny Setyawan yang berada di Kelok Sembilan bersama Kapolresta Payakumbuh AKBP Mahavira Zain.

Kelok Sembilan Bisa Dilewati, Riau Belum

Sementara itu secara terpisah Kepala Dinas Prasarana Jalan Sumbar Dody Ruswandi yang dihubungi Padang Ekspres tadi malam mengungkapkan, longsor yang terjadi di kawasan Kelok Sembilan sudah bisa ditangani dan bisa dilewati kendaraan.Sebab, bongkahan batu menghalangi jalan sudah bisa dipecahkan.

Sementara untuk kawasan Riau, menurut PU setempat barutuntas empat hari ke depan. “Alhamdulillah malam ini (tadi malam, red) untuk bongkahan batu tersebut bisa kita pecahkan dengan alat khusus. Namun justru yang lebih parah longsor yang terjadi di 17 kilometer sesudah perbatasan Sumbar-Riau. Kepala Dinas PU Riau sendiri memperkirakan pengerjaannya tersebut bisa diselesaikan dalam waktu empat hari,” kata Dody.

Namun, begitu kata Dody, pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan Dinas PU Riau. Karena, longsor yang terjadi bukan di kawasan Sumbar, maka kewenangannya oleh pemerintah setempat. Kendati, begitu akibat longsor tersebut akan mengakibatkan tidak lancarnya arus kendaraan dari Sumbar ke Riau. “Kita terus berkoordinasi dengan dinas setempat. Kalau bisa lebih cepat kita minta lebih cepat juga.

Ini kan menyangkut arus lalu lintas di Sumbar juga. Karena banyak kendaraan tertahan di perbatasan Sumbar-Riau,” kata Dodi lagi. Dody mengimbau masyarakat untuk bersabar. Mengingat bencana longsor bukan hanya terjadi di Sumbar, tapi juga di kawasan Riau. Namun, jalan alternatif Kiliran Jao cukup aman juga dilalui. Walaupun waktu tempuhnya lebih lama dua jam, namun jalur ini bisa digunakan untuk jalur Sumbar-Riau. (frv/afi)

Leave a comment »