Archive for Travelling

Jalan Tol Trans Sumatera Mulai Dibangun Tahun Ini

Jalan Tol Trans Sumatera Mulai Dibangun Tahun Ini

(sumber: Bayu Marhaenjati/ Beritasatu.com)

Jakarta — Pemerintah menyatakan akan segera memulai pengerjaan jalan tol Trans Sumatera pada tahun ini, yang akan dimulai dengan pengerjaan sebanyak empat ruas dari 23 ruas tol Trans Sumatera dengan investasi sebesar Rp 32,5 triliun.

Jalan tol tersebut akan dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero) yang akan dimulai dengan pembangunan ruas tol Medan-Binjai pada September mendatang.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa menuturkan, pemerintah akan melakukan percepatan pada pembangunan ruas jalan tol trans Sumatera dengan memberikan penugasan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam hal ini PT HUtama Karya.

Rencanananya, menurut Hatta, dari 23 ruas jalan tol Trans Sumatera yang ada, PT Hutama Karya akan mulai membangun empat ruas tol terlebih dahulu.

“Kami ingin melakukan suatu percepatan oleh sebab itu pembangunan ruas jalan tol ini sudah ditetapkan melalui penugasan kepada BUMN kita dan ditetapkan melalui peraturan Presiden,” ujar Hatta di Jakarta, Kamis (11/7)

Menurut Hatta, jalan tol yang terbentang sepanjang 2.700 km dari Aceh hingga Lampung tersebut akan mulai dibangun pada September 2013 dan diharapkan dapat rampung pada tahun 2020 mendatang.

Ruas jalan tol tersebut, menurut dia, masuk dalam masterplan ASEAN Connectivity, dimana ruas jalan tol Trans Sumatera diharapkan dapat memiliki kualitas standar internasional.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menuturkan, pihaknya saat ini, telah melakukan studi kelayakan pembangunan jalan tol Trans Sumatra. Dari studi kelayakan tersebut, menurut dia, seluruh ruas jalan tol trans Sumatera tersebut layak secara ekonomi, tetapi tidak layak secara finansial.

“Semua studi kelayakan meliputi prastudi telah kita lakukan, sehingga kita telah mengetahui setiap ruas kelayakannya dan semua layak secara ekonomi, tetapi tidak layak secara finansial karena itu kita memberikan penugasan pada BUMN yang sahamnya 100% dimiliki oleh pemerintah,” terang dia.

Adapun untuk tahap pertama, menurut dia, Hutama Karya akan mulai membangun sebanyak empat ruas jalan tol, yakni : Medan – Binjai, Pekanbaru – Dumai, Indralaya – Palembang dan Bakauheni – Terbanggi. Saat ini, menurut dia, pengadaan lahan untuk pembangunan jalan tol tersebut memang masih dalam proses. Namun, menurut dia, PT Hutama Karya selaku BUMN yang diberi penugasan harus dapat segera menyelesaikan pengadaan tanah tersebut.

Investasi untuk pembangunan empat ruas jalan tol tersebut sendiri mencapai Rp 31,5 triliun dengan rincian investasi, yakni ruas Medan – Binjai Rp 2 triliun, Pekanbaru – Dumai Rp 14,7 triliun, Indralaya – Palembang lebih dari Rp 1 triliun serta Bakauheni – Terbanggi Besar Rp 13,8 triliun.

Penulis: NTI/FMB

Sumber:Investor Daily

Iklan

Leave a comment »

Penyeberangan Barang Meningkat 28%

KALIANDA (Lampost.Co): Memasuki Ramadan 1434 H, arus penyeberangan kendaraan barang di Pelabuhan Merak dan Bakauheni meningkat 28% dibanding hari sebelumnya.
Arus penyeberangan kendaraan barang akan terus meningkat sampai larangan untuk penyeberangan barang diberlakukan mulai H-4 hingga H+1 Lebaran. General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Yanus Lentanga mengungkapkan antrean truk di Pelabuhan Merak menuju Bakauheni menumpuk sejak dua hari lalu.
Ratusan truk yang akan menyebrang ke Sumatera memadati seluruh areal Dermaga di Pelabuhan Merak, Banten.

Hal itu karena adanya peningkatan jumlah kendaraan pribadi dan truk mencapai 22%—28% dibanding hari-hari sebelumnya. “Selain jumlah kendaraan pribadi dan truk yang meningkat, stagnasi truk di Pelabuhan Merak karena kami mengutamakan pelayanan terhadap mobil pribadi dan truk sembako. Setelah itu, baru menyusul truk pengangkut barang lainnya,” kata Yanus, Senin (8-7).

Menurutnya, sejak sepekan sebelum bulan puasa, jumlah truk yang menyeberang di Pelabuhan Merak dan Bakauheni terus meningkat. Sebabnya, permintaan barang kebutuhan pada bulan puasa cukup tinggi. Selain itu, pemberlakuan larangan menyeberang bagi truk nonsembako pada H-4 membuat pengiriman barang nonsembako diperbanyak. “Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk melancarkan pasokan barang-barang menuju Pulau Sumatera dan Jawa, sehingga tidak ada harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi karena tersendat sarana transportasinya,” ujarnya.

Di sisi lain, berakhirnya masa libur sekolah juga menjadi perhatian pengelola pelabuhan. “Setidaknya, 25 kapal kami operasikan untuk mengatasi kepadatan di Pelabuhan Merak, selain mengupayakan percepatan waktu sandar kapal dan bongkar muat di dermaga,” kata Yanus.

Pascaperbaikkan sementara oleh anggota Polres Way Kanan, Jembatan Way Umpu telah dilalui tronton bermuatan berat. Pemantauan Lampung Post di Jembatan Way Umpu, Kampung Negeribaru, Kecamatan Blambangan Umpu, Senin (8-7), pukul 11.00, lalu lintas jalan raya normal. Mobil-mobil bermuatan besar bebas berlalu-lalang, padahal kondisi jembatan sangat rapuh.

Sejumlah baut di tiang penopang bagian tengah jembatan lepas. Akibatnya, saat ada kendaraan melintas, jembatan bergoyang, apalagi jika yang melintas mobil bermuatan berat. Kondisi jembatan belum benar-benar baik. Pasalnya, pihak berwajib memperbaiki dengan menutup bagian yang rusak menggunakan pelat besi.

Hal diperparah dengan kondisi jalan di sepanjang jalur lintas tengah (Jalinteng), tepatnya di sepanjang jalan menuju Baradatu.
Perbaikan belum dilaksanakan merata oleh instansi berwenang. Perbaikan hanya sebatas melubangi jalan rusak, tetapi perbaikannya belum dilaksanakan. (KRI/CK5/L-2)

Leave a comment »

INFO JALAN LINTAS MEDAN – PEKANBARU TANGGAL 3 – 6 JULI 2013

Buat Sahabat semua,

Sekedar berbagi info tentang kondisi jalan lintas Medan – Pekanbaru, mudah-mudahan
berguna untuk mudik nanti…

Medan – Pekanbaru : 3 Juli 2013
Pekanbaru – Medan : 6 Juli 2013
Kendaraan : Toyota Corona GL 1984 – 1500 cc

Potensi macet :
1. Jembatan Tanjung Morawa (depan kantor PTPN III, Kayu Besar), penyempitan jalan akibat pembangunan jembatan untuk pengganti jembatan lama. Jembatan yang berfungsi 1
unit ditambah 1 jembatan darurat. Diberlakukan sistem buka-tutup untuk arus dari dan keluar Medan, terutama pada jam sibuk.

2. Simpang Pamina – Perbaungan, adanya perbaikan jembatan (kecil). Kemacetan sering diakibatkan ulah pengemudi yang gak mau antri dan main serobot.

3. Betonisasi jalan di Kandis – Riau, diberlakukan sistem buka-tutup, antrian bisa teratur dan tidak ada saling serobot.

Kondisi jalan secara umum sudah bagus, sedang dalam perbaikan di beberapa titik antara Kandis – Minas. Diperkirakan bisa selesai menjelang mudik Lebaran.

Perlu hati-hati pada saat memasuki Simpang Bangko – Duri, terutama bagi kendaraan kecil, karena jalan sepanjang ± 200 meter membentuk parit sesuai alur ban truk.

Semoga bermanfaat

Rudy Kusdyanto
Medan, Lk, 43th

Leave a comment »

JALINPANTIM-JALINBAR BELUM SIAP

Kamis, 27 Agustus 2009 BERITA UTAMA
Jalinpantim-Jalinbar Belum Siap
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) Lampung belum bisa dijadikan jalur utama arus mudik Lebaran karena masih ada 10 km bagian yang rusak. Pemudik juga diimbau tidak memilih Jalur Lintas Barat (Jalinbar). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Zainal Abidin Hasan pada ekspose ketersediaan pangan, angkutan Lebaran, dan keamanan menjelang Lebaran 2009 di ruang Abung Gedung Pemprov Lampung, Rabu (26-8). Menurut dia, pada jalur yang menghubungkan Bakauheni, Sukadana, Rumbia, Menggala, dan Pematang Panggang ini masih terdapat kerusakan cukup parah dan ada beberapa ruas jalan di Way Jepara dan Labuhan Maringgai yang pembebasan tanahnya masih bermasalah. “Ruas jalan sejauh 204,3 km ini rencananya akan dijadikan jalur lintas utama. Namun kondisinya belum memungkinkan karena kondisi jalannya yang rusak,” kata dia. Dalam paparannya, Zainal mengungkapkan secara keseluruhan jalan lintas di Lampung siap mendukung lalu lintas angkutan Lebaran tapi ada beberapa ruas jalan yang rusak dan masih dalam perbaikan (Lihat tabel). Rambu lalu lintas dan penerangan pun masih terbatas. Selain itu, masih adanya pengerjaan jembatan layang di Terbanggibesar juga dikhawatirkan dapat menimbulkan kemacetan. Zainal juga mengimbau pengguna jalan untuk menghindari Jalinbar Sumatera (arah Sumatera Barat dan Bengkulu) karena ada beberapa ruas jalan yang rusak parah dan kondisi geografisnya kurang mendukung. “Jalan lintas tersebut merupakan wilayah rawan longsor dan terdapat tanjakan dan turunan yang cukup curam. Sebaiknya pemudik tidak memilih jalan ini,” ujarnya. Menanggapi masalah itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung Berlian Tihang mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin memperbaiki jalan yang rusak terutama pada jalur utama mudik. “Kami akan berupaya agar pada H-10 kondisi jalan yang rusak sudah bisa diperbaiki,” kata dia. Untuk jalan rusak parah seperti di Tulangbawang diperkirakan selesai diperbaiki sekitar H-7. Alokasikan Rp28 Miliar Sementara itu, untuk menyelesaikan Jalinpantim, pemerintah melalui APBN 2009 telah mengalokasikan dana sebesar Rp28 miliar untuk biaya pembangunan Jalinpantim dan Rp18 miliar untuk pembebasan tanah di beberapa ruas jalan yang belum tuntas. “Sejumlah ruas di Jalinpantim belum bisa dilalui dengan nyaman saat mudik kali ini karena belum selesai dikerjakan. Tapi, dalam APBN 2009, sudah dialokasikan dana Rp28 miliar untuk konstruksi dan Rp18 miliar untuk pembebasan tanah,” kata anggota Komisi V DPR Abdul Hakim, Rabu (26-8) Saat ini, kata Hakim, masih ada 518 kepala keluarga (KK) dari 2.363 KK yang belum menerima ganti rugi pembebasan tanah. “Hingga akhir April 2009, masyarakat di delapan lokasi di antaranya Labuhan Maringgai, Rajabasa Baru, dan Jepara Kampung sudah sepakat mengenai harga pembebasan tanah. Tapi, pembayaran belum bisa direalisasikan karena dananya belum ada. Di sisi lain, masih ada empat warga yang belum sepakat dengan pembayaran ganti rugi,” kata Hakim. Keterlambatan penyelesaian Jalinpantim tersebut sudah diprediksi Komisi V DPR. Sejak akhir Desember tahun lalu, proses penyelesaian pembebasan tanah tak kunjung selesai karena belum adanya kesepakatan antara warga dan pemerintah. Akibatnya, dana pembebasan tanah sebesar Rp13 miliar yang sudah disiapkan pemerintah tidak terserap dan kembali ke kas negara sebagai SiLPA. Sementara dalam APBN 2009, DPR dan pemerintah tidak lagi mengalokasikan dana pembebasan tanah karena berasumsi pembayaran pembebasan tanah sudah selesai di tahun 2008. Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan perbaikan jalan nasional dan jalan provinsi lintas Sumatera selesai H-7 Idulfitri. Kepala Dinas PU Provinsi Lampung, Berlian Tihang, mengatakan untuk Jalinpantim sepanjang 156,51 km kini sudah dapat dilalui. Namun, masih ada jalan sepanjang 2,15 kilometer di Jalinpantim mengalami rusak ringan. Sedangkan sepanjang 0,850 kilometer lainnya mengalami rusak berat. Kerusakan tersebut berada di daerah antara Bawang Bakung dan Bujung Tenuk. Tapi dipastikan, H-7 jalan sepanjang 450 meter telah dilakukan pembetonan. Sedangkan sisanya, sepanjang 400 meter sudah dapat digunakan dengan kelas jalan base A dan base B. “Sehingga, jalan sudah bisa digunakan menjelang Lebaran,” kata Berlian. Sementara itu, untuk Jalan Lintas Timur (Jalintim), meliputi Bakauheni–Kalianda–Bandar Lampung–Terbanggibesar–Menggala–Simpang Pematang–Pematang Panggang sepanjang 284,95 kilometer; 70 km di antaranya rusak ringan. Sedangkan untuk Jalur Lintas Tengah (Jalinteng), Terbanggibesar–Kotabumi–Bukit Kemuning–Simpang Empat Blambangan Umpu sepanjang 156,51 km; 8,5 kilometer di antaranya rusak ringan. Untuk Jalan Lintas Barat (Jalinbar), Bandar Lampung–Kotaagung–Sanggi Bengkunat–Krui–Simpang Gunung Kemala sampai Lemong, sepanjang 321 km; 22,2 kilometer di antaranya rusak ringan, dan 3,6 km rusak berat. “Sehingga secara keseluruhan, jalan nasional itu sudah bisa dilalui H-7.”
n MG3/ITA/KIM/R-2
Ruas Jalan Rusak di Lampung
Daerah Jarak
Bakauheni–Panjang 10 Km
Panjang–Gunungsugih 9 Km
Terbanggibesar–Bk.Kemuning 14 Km
Bk.Kemuning–perbatasan Sumsel 24 Km
Bakauheni–Ketapang 9 Km
Ketapang–Way Jepara 24 Km
Way Jepara–Seputih Banyak 13 Km
Seputih Banyak–Simpang Menggala 2 Km
Wonosobo–Sanggi 3 Km
Biha–Krui 4 Km
Krui–Pugung Tampak 3 Km
Sumber : Dinas Perhubungan Lampung

Leave a comment »

SKETSA JALINSUM MUDIK LEBARAN 2009

Sehubungan dengan banyaknya para pemudik baik yang akan menuju ke Propinsi Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau dan Sumatera Utara dari arah Pulau Jawa atau sebaliknya yang selalu memintakan informasi kondisi jalan di sepanjang Lintas Sumatera yang sudah saya buat dan tekuni semenjak tahun 1997 yang berdasar pengalaman pribadi (+/- 85 %) dan info yang saya terima dari teman, dari media cetak, media elektronika dan sumber-sumber lain yang selalu saya up-date setiap 3 bulan atau setiap info terbaru yang saya terima. Hal itu berlanjut sampai sekarang sehingga banyak permintaan yang saya terima baik melalui HP, email dan SMS.
Oleh sebab itu, pada media ini saya ingin memberitahukan kepada semua pembaca dan calon pemudik lebaran tahun 2009 ini bahwa saya telah menerbitkan Sketsa Jalan Lintas Sumatera edisi Mudik Lebaran 2009. Untuk itu saya lampirkan hasil scan versi Hard Copy dari hasil karya saya tersebut. Mungkin hasilnya agak kabur atau tidak terlalu jelas tulisannya. Sebenarnya pada versi Soft Copy nya, informasinya lebih lengkap selain berisi Sketsa Jalan Lintas Sumatera edisi terakhir juga berisi : Map Jawa hanya garis besar saja, Matrix jarak Banda Aceh – Bakauheni 3 versi (Lintas Timur, Lintas Tengah dan Lintas Barat), Info Bengkel Resmi, Info Telepon Polisi, Info Objek Wisata, Info Hotel se Sumatera dan Jawa, Tip Perjalanan Jauh dan Jadwal Sholat. File dari Soft Copy ini cukup besar yaitu lebih dari 1.000 KB.

Sketsa Mudik Lebaran 2009
Demikian informasi ini saya sampaikan, semoga semua pembaca dan para pemudik lebaran dapat terbantu selama dalam perjalanan nanti. Mengingat momentum Mudik Lebaran tahun 2009 sudah diambang pintu maka informasi lebih lanjut dapat menghubungi saya di : 08127834825 atau kirim email ke : mulyadi@pusri.co.id  atau lihat juga di : http://www.sulita.net.

Untuk mendapatkan Soft Filenya, silahkan download bebas dari Situs Fotografi Pariwisata www.west-sumatra.com, menu Stuffs - Download - Maps atau bisa klik langsung link berikut:
http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_remository&Itemid=0&func=fileinfo&id=2

Comments (27) »

Tour De Sumatera (Lintas Barat)

(Seperti yang diutarakan Sdr. Miko di milis Rantaunet pada : Fri, July 18, 2008, 11:25 am)

Perjalanan panjang Tour de Sumatera mulai 1 Juli akhirnya berakhir 13 Juli 2008. Melewati 8 Provinsi, sesuai tripmeter total jarak 3736 km. Fuel Consumptions plus bioethanol, dengan muatan full barang (didalam + roofrail), gue plus 3 wanita dewasa dan sepasang krucil (total 6 orang), dengan jalan yang berliku-liku … ngebejek gasnya memang jadi maksa tidak bisa konstan.
Sepertinya nggak irit juga! (lihat tabel dibawah)

Ettape 1:
Jakarta – Merak – Bakauheni – Bandar Lampung – Pringsewu – Kota Agung – Wonosobo – Bengkunat – Krui – Bintuhan – Manna – Tais – Bengkulu ~ 796 KM
– Atas saran travel di atas Ferry, dianjurkan lewat sini karena lebih ramai dan lebih aman. Secara jarak juga lebih pendek.
– Perjalanan hampir keseluruhan di pinggir Pantai Barat Sumatera, mulia di Bengkunat sampai Padang.
– SPBU mulai provinsi Bengkulu mulai bermasalah.
– Kenyang sama duren, Rp 4000 yang gede per biji … hehehe

Ettape 2:
Bengkulu – Lais – Ketahun – Seblat – Kelaban – Ipuh – Muko-muko – Lubuk Pinang – Tapan – Muaro Sakai ~ 369 KM
– Sampai Ketahun jalan jelek, masih sisa musibah gempa tahun lalu karena disini sangat dekat pusat gempa.

Ettape 3:
Muaro Sakai – Aie Haji – Balai Selasa – Kambang – Painan – Padang ~ 198 KM
– Karena pertimbangan jarak tempuh terlalu lama (10-12 jam), tidak jadi melewati Tapan-Kerinci-Kayu Aro-Muaralabuh-Padang.

Ettappe 4:
Keliling Sumatera Barat ~ 223 km = 3 hari
– Keliling Ranah Minang memang tidak pernah membosankan berwisata dengan keindahan alamnya … plus wisata kuliner yang beraneka rasa.

Ettape 5:
Bukittinggi – Payakumbuh – Pangkalan Koto Baru – Rantau Barangin – Bangkinang – Pekanbaru ~ 261 km
– Seru juga balapan sama Innova mulai Bangkinang, topspeed 120 km.

Ettape 6:
Pekanbaru – Pangkalan Kerinci – Pematang Rebah – Merlung – Jambi – Tempino – Bayung Lincir – Sungai Lilin – Betung – Palembang – Indralaya – Prabumulih – Baturaja – Bukit Kemuning – Kotabumi – Bandar Jaya – Rajabasa – Bakauheni – Merak – Jakarta ~ 1120 km
– Penumpang tinggal 3 orang, 2 wanita dan gue.
– Provinis Jambi keseluruhan jalan kondisi sangat baik, bisa dipujikan.
– SPBU di provinsi Jambi sangat parah dari di Bengkulu. Sempat antri setengah jam di Sengeti, Jambi.

SPBU di Lampung, SumBar, Riau dan SumSel tidak ada masalah.
Bengkulu dan Jambi tidak bisa di andalkan, sering bensin tidak ada. Kalaupun ada belinya kisruh, saingan sama yang beli jerigen untuk dijual eceran.

Tambahan … sepanjang jalan di Sumatera poster-poster calon bupati/walilkota/gubernur bikin rusak pemandangan gue, deh.

MIKO DaMix
TeRuCI 0059

Leave a comment »

Jalur Mudik Lebaran 2008 Ke Sumatera Melalui Pantai Timur Sumatera

Dinas Perhubungan Lampung memastikan jalan lintas pantai timur Sumatera di wilayah Lampung siap untuk dilalui arus mudik lebaran.

Kesiapan itu dilihat dari kualitas jalan setelah perbaikan dan pemeliharaan.

Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Haryo Satmiko, Selasa (12/8) mengatakan, menghadapi Lebaran 2008 jalan lintas pantai timur atau jalinpantim yang membentang dari Bakauheni di Lampung Selatan hingga Simpang Menggala di Kabupaten Tulang Bawang sepanjang 204 kilometer.

Menurut Haryo, berdasarkan survei dan kajian tim angkutan lebaran,
berdasarkan perbaikan dan pembangunan jalan yang dikerjakan selama 2008, tim menyimpulkan jalinpantim tersebut sudah bisa dilalui angkutan barang dan penumpang. Hanya saja, di beberapa tempat di ruas jalinpantim tersebut terdapat beberapa titik yang menyempit sehingga tidak leluasa dilewati angkutan barang dan manusia.

Jalinpantim di Lampung sejak awal pembangunan tahun 2001 ditujukan sebagai jalan alternatif jalan lintas timur (jalintim) Sumatera. Hanya saja, di
awal pembangunan, masyarakat di beberapa titik ruas jalinpantim menolak
membebaskan lahan untuk pembangunan jalan.

Catatan Dinas Pekerjaan Umum Lampung menyebutkan, ruas sepanjang 204
kilometer tersebut terbagi atas ruas Bakauheni – Ketapang sepanjang 18,4
kilometer, ruas Ketapang – Way Jepara sepanjang 69,6 kilometer, ruas Way
Jepara – Seputih Banyak sepanjang 59,5 kilometer, dan ruas Seputih Banyak
– Menggala sepanjang 56,5 kilometer.

Dari ruas-ruas tersebut, kendala pembebasan lahan terjadi di ruas Bakauheni – Way Jepara. Pembebasan lahan sudah diupayakan sejak awal 2008.

“Sejak awal 2008 pembangunan jalan sudah dilakukan. Menjelang Lebaran
2008, ruas jalan tersebut sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Haryo.

Dengan demikian, warga yang akan melakukan perjalanan mudik dari Jawa ke Sumatera ataupun sebaliknya bisa memanfaatkan jalur tersebut.

Sebagai jalur alternatif, ruas jalinpantim jauh lebih menguntungkan dan
lebih cepat dari pada melewati jalinteng Sumatera dari titik Bandar
Lampung lewat Bandar Jaya di Lampung Tengah.

“Selain kemacetan yang sering terjadi di ruas jalinteng bisa dihindari,
pemudik dari wilayah pantai timur Sumatera bisa lebih cepat sampai ke
Bakauheni,” ujar Haryo.

Sementara itu, untuk tiga ruas jalinsum lainnya, yaitu jalan lintas timur,
jalan lintas tengah, dan jalan lintas barat saat ini tengah dalam
perbaikan. Dalam waktu dekat Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan Departemen Pekerjaan Umum untuk mengetahui kondisi jalan menjelang arus mudik 2008.

Comments (6) »