BPS: Pembatasan BBM Bisa Picu Inflasi

Jum’at, 26 November 2010
EKONOMI

BANDUNG (LampostOnline): Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan adanya rencana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun 2011 akan mempengaruhi tingkat inflasi langsung atau direct inflation tidak mempengaruhi tingkat inflasi secara keseluruhan.

Tetapi, BPS menilai dengan syarat angkutan umum atau kendaraan plat kuning tidak ikut dalam pembatasan penggunaan BBM bersubsidi.

Demikian disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan ketika ditemui disela acara MoU dengan Bank Indonesia di Kantor Bank Indonesia (KBI), Bandung, Jumat (26-11).

“Pembatasan BBM bersubsidi ini baru diwacanakan dan akan mulai diterapkan per 1 Januari 2011. Jika benar ini diterapkan khusus kepada semua masyarakat yang mempunyai kendaraan plat hitam itu akan berpengaruh kepada inflasi yang dampaknya memang direct,” ujar Rusman.

Ia menjelaskan, nantinya pembatasan BBM bersubsidi bagi plat hitam tersebut itu akan mempengaruhi konsumsi rumah tangga sehingga yang terjadi merupakan inflasi langsung yang tidak terpengaruh terhadap inflasi keseluruhan.

“Jadi kalau plat hitam saja ya pastinya memperngaruhi konsumsi BBM rumah tangga dan ini yang terjadi direct inflation sehingga tidak ada multiplier effectnya karena kalau,” tuturnya.

Besaran dari direct inflation ini, lanjut Rusman, baru bisa diprediksikan berapa besarannya setelah mendata konsumsi BBM bersubsidi di rumah tangga.

Namun, Rusman mengatakan inflasi justru akan berpengaruh ketika angkutan umum juga diwajibkan untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi. “Sudah pasti angkutan umum akan menaikkan harga. Kemudian pengaruh ke harga barang dan jasa naik. Itu kalau plat kuning tidak menggunakan BBM bersubsidi,” tambahnya.

Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada tahun depan. Opsinya antara larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005.

Hal itu dilakukan seiring terus meningkatnya konsumsi BBM akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, konsumsi BBM pada tahun 2010 ini saja sudah melebihi jatah APBN.

Untuk tahun ini saja, konsumsi BBM diprediksi melonjak menjadi 38 juta kiloliter, di atas jatah APBN 2010 sebanyak 36,5 juta kiloliter. Tanpa pembatasan BBM bersubsidi pada tahun 2011, Menko Perekonomian Hatta Rajasa memperkirakan konsumsi akan meningkat lagi sebanyak 10%. DTC/L-1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: