FENOMENA ALAM: Awan Gempa Muncul di Langit Bandar Lampung

Rabu, 9 September 2009
BERITA UTAMA
FENOMENA ALAM: Awan Gempa Muncul di Langit Bandar Lampung
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Awan aneh yang disebut-sebut sebagai awan gempa muncul di atas langit Bandar Lampung, Selasa (8-9) pagi. Awan aneh berbentuk memanjang seperti asap pesawat terbang.

Sormin, warga Gelora Persada, mengaku melihat awan tersebut sekitar pukul 06.00. Ia bersama tetangganya mengaku heran dengan bentuk awan yang berbeda dari biasanya itu. “Saya melihat awan itu sekitar pukul 06.00. Bentuknya memanjang ke selatan. Mungkin itu pertanda alam akan terjadi gempa beberapa hari kemudian,” kata Sormin.

Sormin mengaku mendapat informasi bahwa awan seperti itu biasanya muncul beberapa saat sebelum terjadi gempa dahsyat. Seperti yang terjadi di Yogyakarta (2006). Delapan hari sebelum gempa melanda Kobe, Jepang, pada 1995, juga ditandai kemunculan awan seperti itu. Awan serupa juga muncul sehari sebelum gempa di Kagoshima (1993). Bahkan gempa di Niigata (2004) terjadi hanya empat jam setelah kemunculan awan aneh itu.

Jika merunut referensi, kemunculan awan putih aneh sejenis itu diduga kuat menjadi pertanda akan terjadi gempa. Setidaknya sudah dua ahli masing-masing dari China dan Turki yang meneliti korelasi antara kehadiran awan dan kejadian gempa.

Secara ilmiah, keberadaan awan aneh sebenarnya bisa diterangkan. Saat lempeng bumi bergerak, terjadi perubahan medan magnet yang memicu ionisasi gas-gas di atmosfer. Ionisasi gas-gas itulah yang menjadi inti pembentuk awan aneh itu.

Sementara itu, Koordinator BMKG Lampung Bambang Nova, ketika dikonfirmasi mengaku tidak melihat awan aneh tersebut. “Setiap hari kami mengamati awan di wilayah udara Lampung. Sampai hari ini kami belum melihat awan gempa. Biasanya langit cerah, kalaupun ada, hanya sedikit awan kumulonimbus,” kata Bambang.

Bambang mengatakan secara ilmiah memang belum ada yang bisa memastikan apakah awan itu berhubungan dengan gempa atau tidak. Sebab, kata Bambang, penelitian yang pernah dilakukan juga masih bersifat kuantitatif, bukan kualitatif. Meski demikian, Bambang meminta warga tetap waspada karena Lampung memang berada di jalur rawan gempa.

“Dalam literatur kami tidak ada yang mengatakan bahwa awan yang memanjang itu berarti akan ada gempa, karena sampai kini belum ada satu pun teori yang bisa memastikan kapan dan di mana akan terjadi gempa. Tapi tidak ada salahnya kita waspada,” kata dia.

Sementara itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional mengintensifkan penelitian potensi Selat Sunda dengan beberapa metode survei geologi. Kedua instansi akan memasang jejaring antena global positioning system (GPS) di Selat Sunda dan selatan Jawa Barat dalam jarak lebih rapat. “Kerja sama dengan riset dengan sistem GPS ini terbuka untuk semua pihak,” ujar Kepala Bidang Geodinamika Bakosurtanal Cecep Subarya. n ITA/U-1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: