”Mak Itam” Layani Padang-Padangpanjang-Sawahlunto

”Mak Itam” Layani Padang-Padangpanjang-Sawahlunto 
Rabu, 14 Januari 2009 kereta-api-diesel-sawahlunto1
Sawahlunto, Padek–Lokomotif diesel BB 20415, kereta api wisata Padang-Padangpanjang-Sawahlunto tiba dengan selamat di Kota Sawahlunto, di Stasiun Kereta Api Kampung Teleng Sawahlunto, Senin (12/1) malam sekitar pukul 19.30 WIB.  Kedatangan ”Mak Itam” yang dikawal segenap jajaran teknisi PT KAI Sumbar itu,
merupakan uji kelayakan jalan kereta api dalam upaya menunjang perjalanan wisata dari Padang-Padangpanjang sampai ke Sawahlunto.  “Perjalanan ”Mak Itam” tidak terdapat hambatan yang berarti dalam uji kelayakan perjalanan wisata Padang-Padangpanjang sampai ke Sawahlunto,” ujar Humas PT KAI Sumbar, Syafrial Romeo, kemarin.

Kedatangan “Mak Itam”  di Sawahlunto tidak saja mengejutkan warga malahan Wali Kota Sawahlunto Amran Nur didampingi Kadinas Pariwisata Tun Huseno, pun turut menyambangi “Mak Itam”. “Kondisi jalan kereta api sudah aman, Pak,” ujar Romeo sapaan akrab Humas PT.KAI Sumbar ini melaporkan pada Wali Kota Amran Nur.

Malahan untuk meyakinkan wisatawan perjalanan wisata dengan kereta api dalam kondisi aman, katanya, Direktur Pengembangan Usaha (Dirbangus) PT KAI Julison Arifin beserta Kepala Divisi Regional II Sumbar, Hussen Nuroni beserta wartawan akan melakukan perjalanan wisata dari Padang hingga ke Sawahlunto, Kamis (15/1).

“Mendukung perjalanan wisata dengan kereta api loko diesel BB, 20415 dari Padang hingga ke Sawahlunto PT KAI Sumbar membantu penambahan 3 buah gerbong Ex Minangkabau,” tukasnya. Wali Kota Sawahlunto, Amran Nur, mendengar informasi menggembirakan itu, pun menjawabnya dengan senyuman. 

“Syukurllah,” jawab Amran Nur seraya mengatakan semoga dengan besarnya perhatian jajaran PT KAI pariwisata Sumbar akan bertambah maju ke-depannya. Dikemukakan, Amran Nur, khusus untuk lokomotif uap E.1060 hanya diperuntukan bagi perjalanan wisatawan dari Sawahlunto menuju ke Muaro Kelaban.

Loko Diesel BB20416 akan diujicobakan dari Padang hingga Sawahlunto.

Dimana dalam perjalanan yang menempuh jarak sekitar 5 km tersebut wisatawan akan dapat menikmati Lobang Kalam sepanjang 800 meter.

Sembilan Set KA

Kepala Divisi Regional PT KAI Husein Nurrony MsTr, secara terpisah, mengatakan tahun ini PT KAI akan mendapat bantuan sebanyak sembilan set KA baru dari pemerintah pusat.  “Ini bakal menambah minat pengunjung, apalagi sarana infrastruktur terhadap daerah wisata tujuan baru dapat segera di buka,” sebut Husein.

“Sekarang kita sudah buat jadwal keberangkatan baru, mulai minggu mendatang angkutan kereta api ke Padangpariaman akan terjadi dua shift dalam sehari, dengan hitungan bisa mengangkut berkisar 1.200 penumpang menggunakan 16 gerbong.” terang Husein. Upaya lain yang dilakukan guna membenahi sarana agar semakin lebih baik, seperti pembenahan terhadap rel, pembangunan pagar di sekitar lokasi keramaian, pembenahan bantalan rel yang sebagian besar sudah tidak layak pakai, sehingga kondisinya kokoh dan maksimal.

Kekurangan jumlah gerbong pengangkut penumpang, Pemerintah Pusat akan menyerahkan bantuan KA sebanyak sembilan unit terdiri dari kereta Regional dan kereta Wisata yang akan diserahkan Departemen Perhubungan. “Kita tinggal menunggu, masyarakat akan terbantu dengan fasilitas itu,” kata Husein.

Pada 15 Januari, dilakukan uji coba kereta jenis Loko Diesel BB20416 dengan membawa 3 kereta dimulai dari Padang hingga Sawahlunto. Itu merupakan pengujian terhadap seluruh kondisi rel yang dibenahi beberapa bulan terakhir ini . “Jika sudah selesai masyarakat akan bisa memanfaatkan angkutan ini,” papar Husein. (hy/mg19)

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    WahyuS said,

    Loko ‘Mak Itam’ itu bukannya lokomotif uap, kode E1060, yang cuma melayani rute Sawahlunto-Muarakalaban sepanjang 7 km.

    Loko dalam gambar di atas memang loko diesel dan bukan ‘Mak Itam’ yang dimaksud, mungkin ‘Mak Oranye’ kali ya, he3x…🙂

  2. 2

    Mulyadi Dt. Marah Bangso said,

    Bana juo kato sanak Wahyu tu bahaso Mak Itam adolah lokomotif dengan penggerak Uap atau Steam nan dihasilkan dek pemanasan air dalam ketel dengan memakai batubaro. Karano info tersebut kito ambiak dari Koran Padek, mungkin paralu kito tanyokan kapado wartawan nan manulihnyo…….. rubah judul jo Mak Oranye ….

  3. 3

    Patrialis said,

    Menjelang pada tahun 2010 pendapatan KA baru nol (kerugian) berapa milyard kira-kira uang dihamburkan dengan ambisi cinta KA menjelang 2010 ??? dan tahun berapakah kira-kira kembalinya uang rakyat yang diinveskan ???

    Apakah tidak ada pengakajian ulang terhadap kebijakkan dalam menghamburkan uang rakyat ini, sementara kemiskinan tambah menningkat juaga !

    Baca berita berikut :

    Padang | Sabtu, 28/03/2009 15:15 WIB
    2009 Kerugian KA Sumbar Mencapai Rp 15 M
    Erinaldi – Posmetro Padang

    PT Kereta Api Divre II Sumatera Barat menargetkan mampu menekan angka kerugian perusahaan sepanjang tahun 2008 yang diperkirakan mencapai Rp 15 miliar. Perusahaan menargetkan, 2010 kerugian bisa ditekan menjadi nol rupiah sehingga mampu mencatat keuntungan di tahun 2011.

    Dibanding tahun sebelumnya, angka kerugian sepanjang tahun 2009 sekitar Rp 15 miliar itu lebih kecil dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 23 miliar.

    “Kita targetkan mampu menekan kerugian sebesar Rp 8 miliar di tahun 2009,” ujar Humas PT KAI Sumbar Romeyo pada Posmetro (Group Padang-Today). Menurut Romeyo, nilai kerugian belum termasuk gaji 648 pegawai.

    Untuk gaji pegawai, Divre II Sumbar masih menggantungkan dari pusat. Diperkirakan, kerugian ini muncul karena besarnya biaya perawatan sejumlah lokomotif yang belum beroperasi maksimal. Sejauh ini, jumlah lokomotif di KAI Sumbar mencapai 9 unit yang perlu mendapatkan perawatan maksimal setiap tahunnya.

    Besarnya nilai kerugian yang mesti ditanggung perusahaan sepanjang tahun ini tidak mampu ditutupi dengan beroperasinya kereta wisata dan kereta penumpang rute Padang–Pariaman.

    Romeyo mengatakan, dibukanya KA Wisata rute Padangpanjang-Sawahlunto melewati Danau Singkarak sejak 1 Maret lalu dijadikan andalan untuk menutupi jumlah kerugian perusahaan sepanjang tahun 2009.

    Selain itu, dioperasikannya KA Wisata Sawahlunto pada saat bersamaan juga menjadi harapan perusahaan untuk mengurangi tingkat kerugian sepanjang tahun 2009. Sedangkan pengoperasian KA regional empat kali sehari yang melayani rute Padang-Pariaman masih belum mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

    “Kita berharap banyak pada pengoperasian KA Wisata satu kali seminggu dengan sistem carteran,” ujar Romeyo. Sejauh ini, ujarnya, hanya kereta kargo angkut semen yang masih mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

    Pengoperasian gerbong angkut semen dari Indarung menuju Pelabuhan Teluk Bayur menutupi kerugian perusahaan sebesar Rp 1,5 miliar.
    Selain biaya pendapatan dari gerbong barang, KAI Sumbar juga berharap perolehan dana dari hasil konversi lahan milik PT KA di Sumbar bisa menekan angka kerugian sepanjang tahun.

    Sebelumnya, tingginya biaya operasional dibanding pendapatan memaksa perusahaan memutasi separoh karyawannya tahun 2008 ke berbagai daerah di Tanah Air. Sebelumnya, jumlah pegawai PT KAI Divre II Sumbar mencapai 1.200 karyawan [*]

    http://padang-today.com/?today=news&id=5214


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: