Penumpang Keluhkan Kondisi Kapal Feri

Senin, 6 Oktober 2008

MUDIK & LEBARAN 2008

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sejumlah penumpang yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni-Merak dan sebaliknya, mengeluhkan buruknya kondisi beberapa kapal feri. Selain kondisi kapal yang kotor, juga karena lamanya waktu penyeberangan yang mencapai 4 jam lebih.Salah satunya adalah kapal Nusa Darma. Kapal berukuran sedang itu selama musim arus mudik dan balik terlihat kurang terawat. Selain menyembulkan aroma tidak sedap, lantai kapal yang putih pun terlihat menghitam. Belum lagi sejumlah kursi dari fiberglass banyak yang keropos dan terlihat serangga di selipan bangku penumpang.

Banyak penumpang yang menggerutu dan kapok tidak mau naik kapal yang jorok tersebut. “Apa tidak pernah dibersihkan ya, kok sampai sejorok ini sih,” terang Ny. Haryati yang saat itu pergi bersama anak-anaknya, Minggu (5-10) dini hari.

Kekecewaan bertambah karena waktu penyeberangan yang biasanya hanya dua jam hingga dua setengah jam, kemarin molor sampai empat jam lebih. Selama satu jam lebih kapal berlabuh di dekat Pelabuhan Bakauheni. Selama menunggu sudah tiga kapal feri melintas.

Ketika ditanya ke awak kapal soal lamanya perjalanan, petugas hanya menjawab, sedang menunggu giliran dermaga. Beberapa penumpang yang tidak sabar dengan lamanya waktu perjalanan, sempat membunyikan klakson berulang kali.

“Saya kapok naik kapal ini lagi, mendingan juga menunggu deh daripada naik kapal ini,” kata Nugraha, salah satu penumpang kapal.

Selain itu, layanan petugas kapal juga terkesan asal-asalan. Bambang, penumpang dari Jakarta yang hendak ke Lampung, kecewa karena petugas tidak berkata jujur. Pada Sabtu (4-10) malam, Bambang bersama keluarga hendak menyeberang ke Lampung.

Saat di loket pembelian karcis kapal, petugas mengatakan kendaraan akan menyeberang di dermaga 3 dengan kapal Duta Banten. Begitu masuk pelabuhan, petugas mengalihkan ke dermaga 2 dan di sana Kapal Nusa Darma baru merapat dan akan bongkar. Saat ditanya soal pengalihan, petugas menjawab kapal Duta Banten sudah penuh. Naik kapal Nusa Darma pun kendaraan bisa di atas, lanjut petugas tadi.

Selang menunggu bongkar, dan kendaraan mulai masuk ke kapal, ternyata tak ada satu pun kendaraan yang diperbolehkan ke atas. “Waktunya sudah mepet Pak, jadi tidak bisa ke atas,” ucap petugas dengan santai. n SAG/K-1

 

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    andika said,

    kmren aja uda pas pulang esatafet secara kurang lebih emang kayk gitu kondisinya..

    tapi klo mo nyaman dikit,,penumpang bisa masuk di ruang khusus bisnis..
    hanya dengan nambah 4ribu rupiah, kita udah bisa mendapatkan kenyamanan ac, kursi empuk, ato bantal(nambah duit lagi)..

  2. 2

    Mulyadi Dt. Marah Bangso said,

    Ini anak saya yang pertama ini yang kuliah di Bandung suka estafet (istilah beliau “ngeteng”) kalau pulang mudik libur ke Palembang. Dari Bandung naik bus ke Merak, lalu nyebrang dengan ferry terus nyambung dengan angkot ke Rajabasa dan terus naik kereta api ke Kertapati Palembang dan naik bus kota ke komplek Pusri. Habis cuma Rp.176 ribu katanya. Dasar anak lelaki …..


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: