Jalur Sumbar-Riau Putus, Arus Lalulintas Dialihkan Kiliran Jao

  pdf  | cetak |
Rabu, 08 Oktober 2008
ImageBERSIHKAN—Dua alat berat menyingkirkan material dari jalan Kelok Sembilan akibat longsor. Kendaraan menuju Pekanbaru yang terjebak macet.
PADANG, METRO Jalur lintas Sumbar – Riau putus total, sehingga arus lalulintas dialihkan ke jalur Kiliran Jao. Hal ini disebabkan karena longsor batu yang menimbun sebagian badan jalan di sekitar Kelok Sembilan atau di pangkal Jembatan Layang, Selasa (7/10) sekitar pukul 15.00 WIB.

Hingga kemarin, sudah dikerahkan empat unit alat berat dari Dinas Prasarana Jalan Sumbar untuk menyingkirkan material longsor yang menimbun badan jalan. Namun, hingga  sore kemarin pukul 17. 00 WIB ruas jalan Kelok Sembilan sudah bisa ditempuh,  meskipun dengan sistem buka tutup.

Sementara itu, pengalihan arus lalu lintas juga dikarenakan adanya longsor besar yang terjadi di kawasan Rantau Barangin (Kabupaten  Kampar, Riau). Longsor yang terjadi di daerah tetangga ini terjadi, Selasa (7/10) sekitar pukul 06.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan badan jalan ambruk masuk ke sungai Batang Kampar. Bahkan, satu unit truk nyaris terseret ke dalam sungai.

Menurut Kakan Kesbang Pol Kabupaten Limopuluah Koto Drs Idarusalam, untuk menyingkirkan batu-batuanlongsor yang menghambat laju lalu lintas, pihak Pemkab Limopuluah Koto sudah menurunkan personilnya. Sedangkan kendaraan yang melewati jalur lintas timur ini dialihkan. Pengalihan itu adalah langkah alternatif yang dilakukan untuk menghindari terjadinya antrean kendaraa. Sedangkan dalam evakuasi, pihak Pemkab Limopuluah Koto tidak ikut serta. Hal ini dikarenakan lokasi longsor sudah berada di daerah Pemkab Kampar, Provinsi Riau.

“Personil keamanan dan evakuasi sudah diturunkan ke lokasi longsor batu di Kelok Sembilan. Untuk penanganan longsor yang terjadi di daerah Kampar kita tidak ikut campur karena lokasi bencana berada di lurah daerah. Sekarang kita fokus membersihkan reruntuhan batu di daerah Kelok Sembilan. Untuk jalur ke Riau sudah kita alihkan ke daerah Lintau Kiliran Jao. Kalau tidak dialihkan, antrian panjang sudah pasti akan terjadi. Lagian Minggu ini intensitas kendaraan yang meninggalkan Limopuluah Kota dan Payokumbuah meningkat tajam,” terang Idarusalam.

Selanjutnya Idarusalam mengimbau kepada para pengendara yang belum mengetahui bencana ini untuk mengambil jalur Lintau Kiliran Jao. “Sekedar himbauan bagi pengendara yang akan meninggalkan Luan Nan Bungsu agar mengambil jalur lain. Dari dulu daerah sekitar Kelok Sembilan memang sangat rawan longsor, apalagi jika musim penghujan. Faktor lainnya juga karena jalur darat lintas barat juga berada di sisi jurang. Untuk saat ini hanyalah mengevakuasi kendaraan untuk melewati jalur lainlah yang bisa kita lakukan,”tambah Idarusalam.

Dari informasi yang berhasil dihimpun koran ini, longsor yang menyebabkan ambruknya badan jalan ke Batang Kampar tidak menelan korban jiwa. Tapi satu truk nyaris masuk ke dalam sungai. Namun untunglah, bantuan yang datang dari pemerintah setempat segera memberikan bantuan sehingga truk dapat kembali di tarik ke atas. Perbaikan jalan menurut perkiraan akan membutuhkan waktu sekitar satu bulan.(o/s)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: